Kemendagri: Perubahan Kelola Sampah Dimulai dari Sekolah
Wiliyam Faisal - Sabtu, 26 September 2026 09:55 WIB
datanews.id -Kementerian Dalam Negeri mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah dimulai dari lingkungan satuan pendidikan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari intervensi program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dalam meningkatkan layanan pengelolaan sampah di daerah.
Hal itu disampaikan Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) IV Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Paudah, saat membuka Rapat Asistensi dan Supervisi Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah di Satuan Pendidikan secara hybrid di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta, Kamis (24/9).
Paudah mengatakan, pengelolaan sampah selama ini masih kerap berorientasi pada pendekatan hilir, yakni mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diimbangi dengan pembenahan di tingkat hulu.
"Hulu bukan sekadar tempat di mana sampah dihasilkan, melainkan di mana keputusan kita dibuat. Penanganan sampah di hulu bukan tentang bagaimana mengolah sampah yang sudah ada, melainkan bagaimana kita mencegah sampah itu agar tidak pernah tercipta," jelas Paudah.
Paudah menekankan, perubahan pola pikir menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Perubahan tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membawa tempat minum sendiri, mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, memilah sampah organik dan anorganik, serta memilih barang yang lebih tahan lama," imbuh Paudah.
Dalam konteks tersebut, sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk membentuk kebiasaan dan karakter peduli lingkungan sejak dini. Satuan pendidikan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran teori, tetapi juga ruang untuk mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan.
Paudah menilai pendekatan LSDP menuntut adanya keterpaduan antara upaya di hulu dan hilir. "Ketika sekolah dan masyarakat mampu mengurangi serta memilah sampah sejak dari sumbernya, proses daur ulang, pengolahan kompos, hingga pengurangan beban TPA dapat berjalan lebih optimal dan ekonomis," papar Paudah.
Lebih lanjut, Paudah menyebut tujuan utama program peningkatan layanan pengelolaan sampah di satuan pendidikan adalah membentuk karakter siswa agar mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat, baik di sekolah maupun di rumah.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pengelolaan sampah perlu diintegrasikan ke dalam pembelajaran dan memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat langsung.
Siswa juga didorong berperan dalam kampanye lingkungan serta mengajak keluarga dan masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Namun, Paudah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan sampah di satuan pendidikan. Di antaranya belum tersedianya modul yang sistematis dan kontekstual sesuai jenjang pendidikan, belum optimalnya integrasi pengelolaan sampah dalam pembelajaran dan budaya sekolah, keterbatasan kapasitas warga satuan pendidikan, serta belum optimalnya keterlibatan mereka sebagai agen perubahan.
Selain itu, pengelolaan sampah di satuan pendidikan juga dinilai masih perlu diarahkan pada pendekatan yang produktif dan memiliki nilai ekonomi.
"Untuk itu, diperlukan modul atau panduan pengelolaan sampah yang inovatif dan produktif untuk jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah," ungkap Paudah.
Paudah menyampaikan, program peningkatan layanan pengelolaan sampah tersebut akan dilaksanakan di 30 kabupaten/kota terpilih sebagai lokasi percontohan, dengan pendekatan lintas jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK.
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Wamendagri Bima Arya Tegaskan Kolaborasi Tiga Serangkai Desa dan BUMN Jadi Kunci Keberhasilan KDKMP
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Perluas Akses Listrik di Daerah 3T
Kemendagri Imbau Daerah Terapkan 9 Langkah Konkret Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
TP Posyandu Pusat dan TP PKK Perkuat Dukungan Implementasi 6 SPM di NTT
Mendagri Tito Pimpin Rakor Bersama Pemkab Malinau, Bahas Pembangunan Infrastruktur Perbatasan
Satgas PRR: Jalan dan Jembatan Nasional Pascabencana Sumatera Pulih 100 Persen
Komentar
Berita Terbaru
Wirid Akbar Bagan Sinembah Berlangsung Khidmat, Ustaz Ahmad Bukhori Ajak Jemaah Perbanyak Baca Al-Qur’an
Wamendagri Bima Arya Tegaskan Kolaborasi Tiga Serangkai Desa dan BUMN Jadi Kunci Keberhasilan KDKMP
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Perluas Akses Listrik di Daerah 3T
Jumat Keliling, Polres Rohil Ajak Warga Cegah Karhutla
Polsek Kubu Ringkus Empat Terduga Pengedar Sabu, 103,19 Gram Disita
Jumat Keliling, Polsek Bagan Sinembah Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Kenalkan Green Policing ke Anak Sekolah, Polsek Tanah Putih Polres Rokan Hilir: Polisi Juga Pelestari Lingkungan