DKPP dan APKASINDO Rohil Gelar Sosialisasi Sertifikasi ISPO, Dorong Kualitas dan Produksi TBS
Wiliyam Faisal - Rabu, 23 September 2026 13:43 WIB
datanews.id -Upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas petani kelapa sawit terus didorong di Kabupaten Rokan Hilir. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rohil bersama DPD APKASINDO Rohil menggelar sosialisasi dan implementasi sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi koperasi dan kelompok tani.
Kegiatan yang berlangsung selama dua minggu di Aula Ballroom Suzuya Bagan Batu tersebut ditutup dengan kegiatan APKASINDO Award, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan dihadiri Asisten I Setdakab Rohil Rahmatul Zamri, Kepala DKPP Rohil Cicik Mawardi Athar AP MSi, Ketua DPD APKASINDO Rohil Tomi Evo Sihombing, Kanit Binmas Polsek Bagan Sinembah Iptu Simangkir, para penghulu, kelompok tani, KUD, manajemen perbankan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan serta para petani sawit.
Ketua panitia sekaligus Sekretaris DPD APKASINDO Rohil, Esron Manalu, mengatakan sosialisasi dan implementasi sertifikasi ISPO tersebut merupakan hasil kerja sama DPD APKASINDO Rohil dengan DKPP Rohil.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Rohil atas dukungan dan supportnya," ujar Esron.
Menurut Esron, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi dan implementasi sertifikasi ISPO yang pertama kali dilaksanakan DPD APKASINDO bersama DKPP Rohil. Kegiatan itu bertujuan mendorong peningkatan kualitas dan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sekaligus meningkatkan nilai jual hasil perkebunan petani.
"Yang terpenting juga adalah meningkatkan SDM petani sawit agar bisa lebih maju dan sejahtera serta memiliki lisensi," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD APKASINDO Rohil Tomi Evo Sihombing mengatakan petani kelapa sawit di Rohil, khususnya petani yang mengikuti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), perlu memiliki sertifikasi ISPO.
Menurutnya, penerapan ISPO berkaitan dengan prinsip keberlanjutan, ramah lingkungan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
"Tujuan implementasi ISPO ini adalah untuk menaikkan produktivitas dan nilai jual harga TBS," kata Tomi.
Tomi menyebutkan, wilayah dengan pelaksanaan Program PSR yang besar di Rokan Hilir berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bagan Sinembah, Balai Jaya dan Bagan Sinembah Raya (Basira).
Namun demikian, ia juga menyoroti adanya persoalan terkait lahan petani sawit yang telah bersertifikat tetapi masuk dalam kawasan tertentu. Di antaranya berada di wilayah Panca Mukti, Sukajadi, Bagan Sapta Permai, Bhayangkara dan Makmur Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, APKASINDO Rohil juga memberikan penghargaan kepada sejumlah petani sawit PSR yang dinilai memiliki capaian dalam pengelolaan perkebunan.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian APKASINDO Award sekaligus bentuk apresiasi kepada petani yang terus mendorong peningkatan produktivitas dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
Foto: Asisten I Rohil Rahmatul Zamri didampingi Kepala DKPP, Ketua APKASINDO, Kanit Binmas dan penghulu saat menyerahkan penghargaan kepada petani sawit.
Kegiatan yang berlangsung selama dua minggu di Aula Ballroom Suzuya Bagan Batu tersebut ditutup dengan kegiatan APKASINDO Award, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan dihadiri Asisten I Setdakab Rohil Rahmatul Zamri, Kepala DKPP Rohil Cicik Mawardi Athar AP MSi, Ketua DPD APKASINDO Rohil Tomi Evo Sihombing, Kanit Binmas Polsek Bagan Sinembah Iptu Simangkir, para penghulu, kelompok tani, KUD, manajemen perbankan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan serta para petani sawit.
Ketua panitia sekaligus Sekretaris DPD APKASINDO Rohil, Esron Manalu, mengatakan sosialisasi dan implementasi sertifikasi ISPO tersebut merupakan hasil kerja sama DPD APKASINDO Rohil dengan DKPP Rohil.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Rohil atas dukungan dan supportnya," ujar Esron.
Menurut Esron, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi dan implementasi sertifikasi ISPO yang pertama kali dilaksanakan DPD APKASINDO bersama DKPP Rohil. Kegiatan itu bertujuan mendorong peningkatan kualitas dan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sekaligus meningkatkan nilai jual hasil perkebunan petani.
"Yang terpenting juga adalah meningkatkan SDM petani sawit agar bisa lebih maju dan sejahtera serta memiliki lisensi," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD APKASINDO Rohil Tomi Evo Sihombing mengatakan petani kelapa sawit di Rohil, khususnya petani yang mengikuti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), perlu memiliki sertifikasi ISPO.
Menurutnya, penerapan ISPO berkaitan dengan prinsip keberlanjutan, ramah lingkungan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
"Tujuan implementasi ISPO ini adalah untuk menaikkan produktivitas dan nilai jual harga TBS," kata Tomi.
Tomi menyebutkan, wilayah dengan pelaksanaan Program PSR yang besar di Rokan Hilir berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bagan Sinembah, Balai Jaya dan Bagan Sinembah Raya (Basira).
Namun demikian, ia juga menyoroti adanya persoalan terkait lahan petani sawit yang telah bersertifikat tetapi masuk dalam kawasan tertentu. Di antaranya berada di wilayah Panca Mukti, Sukajadi, Bagan Sapta Permai, Bhayangkara dan Makmur Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, APKASINDO Rohil juga memberikan penghargaan kepada sejumlah petani sawit PSR yang dinilai memiliki capaian dalam pengelolaan perkebunan.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian APKASINDO Award sekaligus bentuk apresiasi kepada petani yang terus mendorong peningkatan produktivitas dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
Foto: Asisten I Rohil Rahmatul Zamri didampingi Kepala DKPP, Ketua APKASINDO, Kanit Binmas dan penghulu saat menyerahkan penghargaan kepada petani sawit.
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jumat Keliling, Polres Rohil Ajak Warga Cegah Karhutla
Polsek Kubu Ringkus Empat Terduga Pengedar Sabu, 103,19 Gram Disita
Jumat Keliling, Polsek Bagan Sinembah Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Kenalkan Green Policing ke Anak Sekolah, Polsek Tanah Putih Polres Rokan Hilir: Polisi Juga Pelestari Lingkungan
Razia Narkoba di Bagan Hulu, Lima Orang Positif Metamfetamin
Polsek Bagan Sinembah Gencarkan Imbauan Cegah Karhutla
Komentar