Begini Cara Mendakwahi Non Muslim Agar Mau Masuk Islam
Suatu ketika Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah didatangi oleh tiga orang pendeta. Kemudian, ia mendebat mereka dan menegakkanhujjahatas mereka. Ia menerangkan bahwasanya mereka orang-orang kafir dan mereka tidak berada di atas agama Ibrâhîm danal-Masîh(Nabi 'Îsâ)'alaihimassalâm.
Para pendeta tersebut berkata kepada Syaikhul-Islam, "Kami melakukan sebagaimana yang kalian lakukan. Kalian menyembah Nafîsah[7]sedang kami menyembah Maryam, padahal kita sepakat bahwa al-Masîhdan Maryam lebih utama daripadaHasan dan Nafîsah. Selain itu, kalian juga memohon pertolongan di saat genting kepada orang-orang soleh sebelum kalian dan kami pun demikian."
Syaikh Islam pun menjawab, "Benar. Siapa saja yang melakukan hal yang telah kalian sebutkan, maka dia memiliki keserupaan dengan kalian. Tetapi, itu semua bukanlah agama yang Nabi Ibrâhîm 'alaihissalâmberada di atasnya. Sesungguhnya agama yang Nabi Ibrâhîm 'alaihissalâmberada di atasnya adalah tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah semata, Dia tidak memiliki sekutu, tandingan, istri dan anak. Kami tidak mempersekutukannya dengan malaikat, matahari, bulan dan bintang. Demikian juga, kami tidak mempersekutukannya dengan salah seorang nabi di antara para nabi dan tidak juga dengan orang soleh." Kemudian beliau menjelaskan kepada mereka tentang tauhid yang dibawa oleh para nabi dan rasul dan hakikat dari tauhid tersebut.
Beliau menjelaskan bahwa sesungguhnya tauhid para nabi dan rasul berbeda dengan apa yang dilakukan oleh para pelaku kebatilan tersebut.
Setelah mereka mendengar hal tersebut dari beliau, mereka pun berkata, "Agama yang engkau sebutkan lebih baik daripada agama yang kami dan orang-orang tersebut berada di atasnya." Setelah itu, mereka pun pergi meninggalkannya.[8]
12. Berlemah-lembut terhadap mereka, berusaha sebisa mungkin menasehati dan melunakkan hati mereka, dan bersabar dalam menjalankan semua itu tanpa sikap tergesa-gesa ingin melihat hasil dan buah dari semua amalan tersebut.
Usaha melunakkan hati mereka memberikan kesan yang mendalam pada diri mereka. Di antara kesan tersebut adalah tertariknya hati mereka kepada kebaikan, tumbuhnya rasa cinta untuk mendapatkan hidayah (petunjuk), dan timbulnya motivasi untuk memeluk Islam. (Syaikul-Islam berkata), "Imam Abu Dâwûd meriwayatkan bahwasanya Nabishallallâhu 'alaihi wa sallamsuatu ketika diminta melakukanistisqâ'(memohon turunnya hujan) oleh sebagian kaummusyrikîn. Beliau pun memenuhi permintaan mereka.[9]Perbuatan itu merupakan bentuk perbuatan baik dari Rasul kepada mereka untuk melunakkan hati mereka dengan memohonkan hujan. Hal tersebut sebagaimana perbuatan beliau yang lainnya untuk melunakkan hati mereka."[10]
Imam Ahmad meriwayatkan dari Shofwân bin Umayyahradhiallâhu 'anhu, bahwasanya ia berkata:
(( أَعْطَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ يَوْمَ حُنَيْنٍ وَإِنَّهُ لأَبْغَضُ النَّاسِ إِلَيَّ فَمَا زَالَ يُعْطِينِي حَتَّى صَارَ إِنَّهُ لأَحَبُّ النَّاسِ إِلَيَّ ))
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan suatu pemberian kepadaku saat perang Hunain. Padahal, pada saat itu beliau merupakan manusia yang paling aku benci. Setelah itu, Rasulullah terus memberikan pemberian kepadaku hingga jadilah beliau manusia yang paling aku cintai."[11]
Imam Al-Bukhâri meriwayatkan di dalam kitabnya Al-Adabul-Mufrad dengan sanad yang jayyid (bagus) dari Mujahid, bahwasanya ia berkata:
(( كُنْتُ عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَغُلاَمُهُ يَسْلُخُ شَاةً – فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِذَا فَرَغْتَ فَابْدَأْ بِجَارِنَا الْيَهُودِيِّ – فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ : الْيَهُودِيُّ أَصْلَحَكَ اللَّهُ – قَالَ : إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يُوصِي بِالْجَارِ حَتَّى خَشِينَا أَوْ رُئِينَا أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ ))
"Suatu ketika saya bersama 'Abdullâh bin 'Amr, anak laki-lakinya yang masih kecil sedang menguliti kambing. 'Abdullah pun berkata, "Wahai anakku! Apabila engkau telah selesai, mulailah bersedekah dengan tetangga kita yang beragama Yahudi!" Lalu seorang laki-laki dari kaumnya berkata, "Orang Yahudi?! Semoga Allah memperbaiki keadaanmu." Beliau pun menjawab, "Saya telah mendengar Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam berwasiat agar berbuat baik dengan tetangga sehingga kami khawatir atau kami mengira bahwasanya beliau akan menjadikannya sebagai ahli warisnya.'"[12]
Membujuk orang yang didakwahi, berlemah lembut terhadap mereka, berbuat baik kepada mereka dan perbuatan lain yang semisalnya, memiliki bekas yang mendalam pada diri mereka sehingga menjadikan mereka mau menerima kebaikan dan merasa puas dengannya.
Footnote
[1] Diterjemahkan dari 'Bab Tharîqatu Da'watil-Kuffâri Ilal-Islâm'dalam buku beliau yang berjudul 'Makânatud-Da'wati ilallah wa Asas Da'wati Ghairil-Muslimîn'oleh Abu Ahmad Said Yai.
[2] LihatAl-Qawâ'idul Hisân Al-Muta-a'lliqah bi Tafsîril Qur-ânhal. 9.
[3] Majmû' Muallafâtis-Syaikh Ibni Bâz(I/338)
[4] ShahîhAl-Bukhârino. 7
[5] LihatFathul-Bâri(I/39).
[6] Ash-Shawâ'iqul-Mursalah(IV/1276).
[7] Dia adalah Nafîsah binti Al-Hasan bin Zaid bin Al-Hasan bin 'Ali bin Abi Thâlib. Beliau meninggal pada tahun 208 H, berumur 85 tahun dan dimakamkan di Mesir . Beliau adalah wanita yang solehah, terkenal dengan ibadah, sedekah dan kezuhudannya. Beliau bertemu dengan Imam Asy-Syâfi'i, bahkan diriwayatkan bahwa Imam Asy-Syâfi'i memperdengarkan beberapa hadîts kepada beliau. Banyak orang yang mengunjungi kuburan beliau dan berdoa kepada beliau, karena memandang kuburan beliau memiliki keberkahan dan tempat mustajab untuk berdoa. (Lihat:Wafayâtul-A'yân libni Khalkân(V/423-424),Al-Wâfi bil-wafayât lish-Shafadi(VII/358) danBidâyah wan-Nihâyah libni Katsîr(X/286). ) (Tambahan dari penerjemah)
[8] LihatMajmû' al-Fatâwâ(I/370-371).
[9] Berkata penulis: "Saya tidak menemukan riwayat seperti ini di dalam kitab Sunan Abu Dâwûd. Imam Al-Bukhâri meriwayatkan semisalhadîtsini di dalam kitabShahîh-nya no. 4821 dari 'Abdullâh bin Mas'ûdradhiallâhu 'anhu, disebutkan di dalamhadîtstersebut, "Rasulullahshallallâhu 'alaihi wasallamdidatangi dan dikatakan kepada beliau, 'Wahai Rasulullah! Mohonkanlah kepada Allah agar menurunkan hujan untuk Mudhar.' Beliau berkata: 'Untuk Mudhar! Berani sekali kamu (memintaku untuk memohonkan rahmat bagi kaum musyrikîn -pent).' Beliau pun memohonkan hujan dan dikabulkan…." (Al-Hadîts)
[10] Majmû' al-Fatâwâ(I/145)
[11] Al-Musnad(VI/465), lihatTafsîr Ibnu Katsîr(II/364)
[12] Al-Adabul Mufradno. 128. Syaikh Al-Albâni menyatakan bahwahadîtsinishahîhdi dalam kitabShahîhul Adabil Mufradno. 95
Sumber: almanhaj.or.id
Larangan Tasyabbuh ( Mengikuti orang kafir )
Inilah Misi Utama Dakwah Rasulullah
Muslim Nampak Miskin, Kafir Hidup Kaya
Jati Diri Seorang Muslim
Jangan Engkau Gadaikan Aqidahmu