Kabut Asap Kiriman Kembali Kepung Pekanbaru, DPRD Soroti Ancaman ISPA Balita dan Lansia
datanews.id - Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Kondisi ini turut mendapat perhatian DPRD Kota Pekanbaru karena berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita dan lanjut usia (lansia).
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru, Achmad Faisal Reza, meminta Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru lebih sigap mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Faisal mengatakan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Pekanbaru saat ini telah mencapai lebih dari 5.000 kasus. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius, terlebih balita dan lansia termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian.
"Tentu harapan kami kepada Dinas Kesehatan lebih sigap lagi untuk mengantisipasi meningkatnya ISPA yang sudah sampai 5.000 orang, rata-rata balita dan lansia," kata Faisal Reza, Senin (21/9/2026).
Ia meminta pemantauan terhadap kasus ISPA tidak hanya dilakukan di tingkat Dinas Kesehatan, tetapi juga diperkuat hingga ke Puskesmas. Dengan demikian, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat segera memperoleh penanganan.
"Terus dimonitor sampai ke tingkat Puskesmas agar kasus ISPA bisa cepat diatasi," ujarnya.
Kabut Asap Diduga Kiriman
Faisal Reza menyebut kondisi Pekanbaru hingga Senin (21/9/2026) tidak terdapat titik api. Namun, kabut asap yang menyelimuti kota diduga merupakan kiriman dari wilayah sekitar yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Pekanbaru sampai hari ini nol titik api dan kita lihat dapat kiriman dari tetangga sebelah akibat karhutla," tutup Faisal Reza.
Ia berharap karhutla tidak terus meluas dan segera ditangani sehingga kabut asap tidak semakin pekat di Pekanbaru.
Menurutnya, penanganan karhutla menjadi penting agar kualitas udara di Kota Pekanbaru dapat kembali membaik dan masyarakat tidak terus terpapar asap.
Kualitas Udara Kembali Memburuk
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP.
PJJ diberlakukan selama dua hari, yakni 21-22 September 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara Pekanbaru kembali memburuk.
Keputusan memperpanjang PJJ didasarkan pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Bullying Mengancam Generasi, Bagaimana Negara Mengatasi?
Pedagogi Hijau di Era Digital, Cara Sekolah di Riau Bangun Generasi Peduli Lingkungan
Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru Terima Aduan Warga Tiga Kelurahan Soal Sertifikat Tanah Tak Terbit, 1.800 KK Terdampak
KPU Provinsi Riau Luncurkan Sekolah Pemilu Hijau 2026, Perkuat Pendidikan Pemilih Berwawasan Lingkungan
Reses Doni Saputra di Senapelan, Warga Desak Pemko Perbaiki Jembatan Akses Pasar Bawah