Harga Emas Antam Kembali Turun, Investor Pantau Pergerakan Pasar

Rizki Rivaldi - Kamis, 11 Juni 2026 11:03 WIB
Harga Emas Antam Kembali Turun, Investor Pantau Pergerakan Pasar

Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp24.000 menjadi Rp2.689.000 per gram dari sebelumnya Rp2.713.000 per gram.

Penurunan ini menandai tren pelemahan harga emas Antam selama tiga hari berturut-turut. Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga yang diterima pemilik emas saat menjual kembali emas batangan ke Antam juga mengalami penurunan tajam.

Harga buyback tercatat merosot Rp92.000 menjadi Rp2.395.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.

Harga tersebut berlaku untuk transaksi di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta. Sementara itu, berdasarkan informasi di laman resmi Logam Mulia, beberapa jenis dan ukuran emas saat ini masih belum tersedia.

Dalam ketentuan perpajakan yang berlaku, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak dipungut sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2022 sehingga tidak diperhitungkan dalam total transaksi pembelian.

Selain itu, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023. PT Antam akan menerbitkan bukti potong PPh 22 kepada pembeli sesuai ketentuan yang berlaku.

Daftar Harga Emas Antam Kamis, 11 Juni 2026:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.394.500
  • Emas 1 gram: Rp2.689.000
  • Emas 2 gram: Rp5.318.000
  • Emas 3 gram: Rp7.952.000
  • Emas 5 gram: Rp13.220.000
  • Emas 10 gram: Rp26.385.000
  • Emas 25 gram: Rp65.837.000
  • Emas 50 gram: Rp131.595.000
  • Emas 100 gram: Rp263.112.000
  • Emas 250 gram: Rp657.515.000
  • Emas 500 gram: Rp1.314.820.000
  • Emas 1.000 gram: Rp2.629.600.000

Penurunan harga emas Antam ini terjadi di tengah pergerakan pasar global yang masih dipengaruhi sentimen ekonomi dan geopolitik internasional. Investor kini menantikan arah kebijakan moneter global yang berpotensi memengaruhi harga logam mulia dalam beberapa waktu ke depan. (*)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru