Dilema Korban Banjir di Rohil, Mau Pindah Kemana?

Oleh: Alfira Khairunnisa
datanews.id - Senin, 08 Januari 2024 16:02 WIB
Dilema Korban Banjir di Rohil, Mau Pindah Kemana?

datanews.id - Musim penghujan nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda usai. Curah hujan dengan intensitas yang tinggi di daerah Rokan Hilir yang hampir merata mengakibatkan banjir di sejumlah daerah. Yakni di Ranto Kopar, Seikeladi, Sedinginan, Pujud, Tanjung Medan, Mahato di sebahagian daerah di Bangko dan di sejumlah daerah lain yang biasa langganan banjir ketika musim penghujan tiba. Seperti hunian warga yang dekat dengan sungai Rokan.

Jumlah korban banjir pun semakin bertambah dan tidak dapat dielakkan. Ratusan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang dianggap aman, meninggalkan rumah dengan membawa harta benda seadanya. Aktivitas warga tak seperti biasa. Bahkan sekolah-sekolah di tempat yang terdampak sudah lebih sepekan diliburkan.

Hujan Masih Akan Terus Mengguyur Rokan Hilir?

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terkait cuaca ekstrem di wilayah Riau (6/1/2023) memberi peringatan dini bahwa akan ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang juga disertai petir dan angin kencang yang akan terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Riau.

Bahkan di sejumlah daerah lain yang ada di Riau BMKG juga memperingatkan hal yang sama bahwa warga harus Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kampar, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru, pada pagi, siang atau sore dan malam hari.

Persoalan yang sering terjadi ini bahkan kerap berulang sampai hari ini belum juga terselesaikan, Pemerintah sebagai pengayom masyarakat nampak belum mampu bahkan mungkin bisa jadi belum siap dalam menyelesaikan persoalan banjir yang melanda khususnya di daerah yang sering atau rawan terkena banjir. Jika pemerintah mampu menangani banjir, bencana ini tidak akan terulang. Bantuan juga tidak hanya sekali.

Kasus yang lebih parah juga pernah terjadi pertengahan tahun 2004, bencana banjir menghampiri pemukiman warga, bahkan hingga mencapai ketinggian 1,5 meter akibat meluapnya Sungai Rokan di Rokan Hilir. Inilah kasus yang terjadi berulang, namun belum ada kebijakan yang berarti dari pemerintah setempat maupun pusat hingga kini untuk mengantisipasi dan menaggulangi terulang terjadinya banjir.

Ini menjadi dilema tersendiri bagi warga korban banjir. Bagaimana tidak? Mereka jelas dilanda kebingungan. Di satu sisi pemerintah menginstruksikan mereka untuk berpindah ke lokasi yang aman, di sisi lain ketika hendak pindah tapi tidak difasilitasi oleh pemerintah. Akhirnya warga korban banjir pun enggan untuk berpindah dikarenakan di tempat itulah rata-rata mereka mencari nafkah sebagai pencari ikan di Sungai Rokan. Ladang tempat mereka bercocok tanam pun terasa berat jika ditinggalkan.

Sebenarnya persoalan banjir di wilayah manapun akan terus terjadi berulang jika pemerintah tidak serius mengurus kepentingan publik, jika hanya sekedar melihat lokasi kejadian dan memberikan bantuan ala kadarnya itu bukanlah solusi. Ini persoalan bencana yang harus segera diatasi. Sudah selayaknya cepat tanggap dalam mengatasi permasalahan banjir agar tidak terjadi terus berulang-ulang.

Seharusnya, penanganan banjir dilakukan upaya dengan membangun bendungan-bendungan untuk menampung curahan air hujan, termasuk curahan air sungai dan lain sebagainya. Kemudian dipetakan pula daerah rawan banjir dan melarang penduduk membangun pemukiman di dekat daerah tersebut, terlebih lagi pemukiman yang dekat dengan sungai yang sering meluap yang mengakibatkan banjir. Untuk apa? agar tidak terkena dampak banjir jika sewaktu-waktu banjir kembali terjadi.

Nah, selanjutnya pembangunan sungai buatan, kanal, saluran drainase yang itu akan berfungsi untuk mengurangi penumpukan volume air dan mengalihkan aliran air. Bisa juga dilakukan pembangunan sumur-sumur resapan di daerah tertentu.

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru