Sebab Kerasnya Hati dan Obatnya
Allahta'alaberfirman (yang artinya),"Sungguh celaka orang-orang yang berhati keras dari mengingat Allah, mereka itu berada dalam kesesatan yang amat nyata."(QS. az-Zumar: 22).
Syaikh as-Sa'dirahimahullahmenerangkan,"Maksudnya, hati mereka tidak menjadi lunak dengan membaca Kitab-Nya, tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Nya, dan tidak merasa tenang dengan berzikir kepada-Nya. Akan tetapi hati mereka itu berpaling dari Rabbnya dan condong kepada selain-Nya…"(Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 722).
Syaikh as-Sa'dirahimahullahmenerangkan, bahwa ciri orang yang berhati keras itu adalah tidak lagi merespon larangan dan peringatan, tidak mau memahami apa maksud Allah dan rasul-Nya karenasakingkerasnya hatinya. Sehingga tatkala setan melontarkan bisikan-bisikannya dengan serta-merta hal itu dijadikan oleh mereka sebagai argumen untuk mempertahankan kebatilan mereka, mereka pun menggunakannya sebagai senjata untuk berdebat dan membangkang kepada Allah dan rasul-Nya (lihatTaisir al-Karim ar-Rahman, hal. 542)
Orang yang berhati keras itu tidak bisa memetik pelajaran dari nasehat-nasehat yang didengarnya, tidak bisa mengambil faedah dari ayat maupun peringatan-peringatan, tidak tertarik meskipun diberi motivasi dan dorongan, tidak merasa takut meskipun ditakut-takuti. Inilah salah satu bentuk hukuman terberat yang menimpa seorang hamba, yang mengakibatkan tidak ada petunjuk dan kebaikan yang disampaikan kepadanya kecuali justru memperburuk keadaannya (lihatTaisir al-Karim ar-Rahman, hal. 225).
Orang yang memiliki hati semacam ini, tidaklah dia menambah kesungguhannya dalam menuntut ilmu melainkan hal itu semakin mengeraskan hatinya…Wal 'iyadzu billah(kita berlindung kepada Allah darinya)… Maka sangat wajar, apabila sahabat yang mulia Abdullah bin Mas'udradhiyallahu'anhumengingatkan kita semua,"Ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi hakekat ilmu itu adalah rasa takut."Abdullah anak Imam Ahmad pernah bertanya kepada bapaknya,"Apakah Ma'ruf al-Kurkhi itu memiliki ilmu?!". Imam Ahmad menjawab,"Wahai putraku, sesungguhnya dia memiliki pokok ilmu!! Yaitu rasa takut kepada Allah."(lihatKaifa Tatahammasu, hal. 12).
Sebab Hati Menjadi Keras
Sebab utama hati menjadi keras adalah kemusyrikan. Oleh sebab itu Ibnu Juraijrahimahullahmenafsirkan 'orang-orang yang berhati keras' dalam surat al-Hajj ayat 53 sebagai orang-orang musyrik (lihatTafsir al-Qur'an al-'Azhim[5/326]).
Demikian pula orang-orang yang bersikeras meninggalkan perintah-perintah Allah dan orang-orang yang memutarbalikkan ayat-ayat Allah (baca: ahlul bid'ah); mereka menyelewengkan maksud ayat-ayat agar cocok dengan hawa nafsunya. Orang-orang seperti mereka adalah orang-orang yang berhati keras (lihatTaisir al-Karim ar-Rahman, hal. 225).
Selain itu, faktor lain yang menyebabkan hati menjadi keras adalah berlebih-lebihan dalam makan, tidur, berbicara dan bergaul (lihatal-Fawa'id, hal. 95)
Lembut dan Kuatkan Hatimu!
Sudah semestinya seorang muslim -apalagi seorang penuntut ilmu!- berupaya untuk memelihara keadaan hatinya agar tidak menjadi hati yang keras membatu. Ibnul Qayyimrahimahullahmenjelaskan bahwa hati seorang hamba akan menjadi sehat dan kuat apabila pemiliknya menempuh tiga tindakan:
Menjaga kekuatan hati. Kekuatan hati akan terjaga dengan iman dan wirid-wirid ketaatan.
Melindunginya dari segala gangguan/bahaya. Perkara yang membahayakan itu adalah dosa, kemaksiatan dan segala bentuk penyimpangan.
Mengeluarkan zat-zat perusak yang mengendap di dalam dirinya. Yaitu dengan senantiasa melakukan taubat nasuha dan istighfar untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukannya (lihatIghatsat al-Lahfan, hal. 25-26)
Sungguh indah perkataan Ibnu Taimiyahrahimahullah,"Setiap hamba pasti membutuhkan waktu-waktu tertentu untuk menyendiri dalam memanjatkan doa, berzikir, sholat, merenung, berintrospeksi diri dan memperbaiki hatinya."(dinukil dariKaifa Tatahammasu, hal. 13).
Ibnu Taimiyah juga berkata,"Dzikir bagi hati laksana air bagi seekor ikan. Maka apakah yang akan terjadi apabila seekor ikan telah dipisahkan dari dalam air?"(lihatal-Wabil ash-Shayyib).
Ada seseorang yang mengadu kepada Hasan al-Bashri,"Aku mengadukan kepadamu tentang kerasnya hatiku."Maka beliau menasehatinya,"Lembutkanlah ia dengan berdzikir."
Ibnul Qayyimrahimahullahberkata,"Barangsiapa yang menginginkan kejernihan hatinya hendaknya dia lebih mengutamakan Allah daripada menuruti berbagai keinginan hawa nafsunya. Hati yang terkungkung oleh syahwat akan terhalang dari Allah sesuai dengan kadar kebergantungannya kepada syahwat. Hancurnya hati disebabkan perasaan aman dari hukuman Allah dan terbuai oleh kelalaian. Sebaliknya, hati akan menjadi baik dan kuat karena rasa takut kepada Allah dan ketekunan berdzikir kepada-Nya."(lihatal-Fawa'id, hal. 95)
Langkah Selanjutnya?
Dari keterangan-keterangan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa untuk menjaga hati kita agar tidak keras dan membatu adalah dengan cara:
Beriman kepada Allah dan segala sesuatu yang harus kita imani
Mentauhidkan-Nya, yaitu dengan mempersembahkan segala bentuk ibadah hanya kepada-Nya dan membebaskan diri dari segala bentuk penghambaan kepada selain-Nya
Melaksanakan ketaatan kepada-Nya dan taat kepada rasul-Nya
Meninggalkan perbuatan dosa, maksiat dan penyimpangan
Banyak mengingat Allah, ketika berada di keramaian maupun ketika bersendirian
Banyak bertaubat dan beristighfar kepada Allah untuk menghapus dosa-dosa kita
Menanamkan perasaan takut kepada Allah dan berusaha untuk senantiasa menghadirkannya dimana pun kita berada
Merenungi maksud ayat-ayat al-Qur'an dan hadits Nabishallallahu 'alaihi wa sallam
Selalu bermuhasabah/berintrospeksi diri untuk memperbaiki diri dan menjaga diri dari kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu
Bergantung kepada Allah dan mendahulukan Allah di atas segala-galanya.
Sumber: muslim.or.id
62 Kasus Kekerasan Kepada Perempuan dan 61 Kepada Anak Terjadi di Banda Aceh Sepanjang 2025
DSI Rilis Tatalaksana, Khatib, dan Imam Shalat Idul Fitri 1446 H 76 Masjid dalam Kabupaten Pidie
Nasehat Syaqiq al-Balkhi
Lisan Adalah Cerminan Hati
Mahasiswi Mabuk Tabrak Pengendara Hingga Tewas, Komisi I Minta Pemko Pekanbaru Awasi Ketat Peredaran Miras