GAPKI dan PWI Berkomitmen Tingkatkan Kompetensi Jurnalis Muda Indonesia
Wiliyam Faisal - Kamis, 22 Februari 2024 13:45 WIB
datanews.id -Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman kerjasama terkait dengan pelaksanaan pelatihan jurnalistik. Kerjasama tersebut bertujuan memberikan peningkatan kemampuan serta kompetensi wartawan. Termasuk pengetahuan para wartawan dalam memahami industri kelapa sawit Indonesia.
"Gapki juga ingin berkontribusi dalam memajukan pers Indonesia," kata Ketua Umum Gapki, Eddy Martono usai penandatanganan kerjasama di puncak acara Hari Pers Nasional di Jakarta, (20/2). Menurutnya, kemajuan pers sangat berkaitan dengan kemajuan Indonesia. "Melalui publikasi di media massa, kita bisa menyebarkan optimisme dari potensi yang dimiliki industri kelapa sawit sebagai komoditas strategis Indonesia," lanjutnya.
Sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia, menurut Eddy, isu dan kampanye negatif terkait industri kelapa sawit Indonesia tidak dapat dihindari. Isu mengenai hak asasi manusia, lingkungan, hingga isu keberlajutan selalu menjadi permasalahan yang selalu dibicarakan.
Ketidakseimbangan informasi yang ada di publik menjadi salah satu faktor yang menciptakan berbagai macam persepsi sehingga menyebabkan adanya ketimpangan informasi terkait dengan fakta-fakta industri kelapa sawit.
Sebagai garda terdepan komunikasi, menurut Eddy, insan pers memiliki tanggung jawab dan andil yang besar dalam menyebarkan informasi yang akurat serta objektif terkait industri kelapa sawit kepada publik. Melalui pemberitaan yang sesuai fakta serta berimbang, jurnalis tidak hanya membentuk persepsi publik mengenai industri sawit tapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keberlanjutan dari industri kelapa sawit Indonesia.
Seperti yang disampaikan Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya pada acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024 di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, bahwa kehidupan berdemokrasi, kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan kebebasan berpendapat menjadi poin yang harus terus dilakukan.
"Pers harus tetap menjadi salah satu pilar penjaga demokrasi. Pers harus menjadi rumah bersama untuk menjernihkan informasi. Beritakanlah fakta-fakta apa adanya, tapi bukan mengada-ada, bukan asumsi-asumsi, bukan seolah-olah ada," ujar Presiden Jokowi.
Karena itu, GAPKI bersama dengan PWI berinisiatif dalam melakukan Workshop Jurnalistik kepada para jurnalis muda. Gapki berharap agar para jurnalis mempunyai pemahaman yang sama serta menyeluruh yang akan menjadi guideline atau panduan dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik mengenai industri kelapa sawit Indonesia.
Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama ini dilakukan oleh Eddy Martono selaku Ketua Umum GAPKI dan Ketua Umum PWI Pusat, Hendry CH Bangun yang disaksikan langsung oleh Presiden RI beserta jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju. Kegiatan Workshop Jurnalistik ini akan diadakan di 5 Kota di Indonesia yaitu Jambi, Kendari, Tarakan, Sorong, dan Aceh.(ril)
"Gapki juga ingin berkontribusi dalam memajukan pers Indonesia," kata Ketua Umum Gapki, Eddy Martono usai penandatanganan kerjasama di puncak acara Hari Pers Nasional di Jakarta, (20/2). Menurutnya, kemajuan pers sangat berkaitan dengan kemajuan Indonesia. "Melalui publikasi di media massa, kita bisa menyebarkan optimisme dari potensi yang dimiliki industri kelapa sawit sebagai komoditas strategis Indonesia," lanjutnya.
Sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia, menurut Eddy, isu dan kampanye negatif terkait industri kelapa sawit Indonesia tidak dapat dihindari. Isu mengenai hak asasi manusia, lingkungan, hingga isu keberlajutan selalu menjadi permasalahan yang selalu dibicarakan.
Ketidakseimbangan informasi yang ada di publik menjadi salah satu faktor yang menciptakan berbagai macam persepsi sehingga menyebabkan adanya ketimpangan informasi terkait dengan fakta-fakta industri kelapa sawit.
Sebagai garda terdepan komunikasi, menurut Eddy, insan pers memiliki tanggung jawab dan andil yang besar dalam menyebarkan informasi yang akurat serta objektif terkait industri kelapa sawit kepada publik. Melalui pemberitaan yang sesuai fakta serta berimbang, jurnalis tidak hanya membentuk persepsi publik mengenai industri sawit tapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keberlanjutan dari industri kelapa sawit Indonesia.
Seperti yang disampaikan Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya pada acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024 di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, bahwa kehidupan berdemokrasi, kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan kebebasan berpendapat menjadi poin yang harus terus dilakukan.
"Pers harus tetap menjadi salah satu pilar penjaga demokrasi. Pers harus menjadi rumah bersama untuk menjernihkan informasi. Beritakanlah fakta-fakta apa adanya, tapi bukan mengada-ada, bukan asumsi-asumsi, bukan seolah-olah ada," ujar Presiden Jokowi.
Karena itu, GAPKI bersama dengan PWI berinisiatif dalam melakukan Workshop Jurnalistik kepada para jurnalis muda. Gapki berharap agar para jurnalis mempunyai pemahaman yang sama serta menyeluruh yang akan menjadi guideline atau panduan dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik mengenai industri kelapa sawit Indonesia.
Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama ini dilakukan oleh Eddy Martono selaku Ketua Umum GAPKI dan Ketua Umum PWI Pusat, Hendry CH Bangun yang disaksikan langsung oleh Presiden RI beserta jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju. Kegiatan Workshop Jurnalistik ini akan diadakan di 5 Kota di Indonesia yaitu Jambi, Kendari, Tarakan, Sorong, dan Aceh.(ril)
SHARE:
Tags
Berita Terkait
PWI Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan di Siak
Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hotman Paris Resmi Diadukan ke DPN Indonesia
PWI Pusat Polisikan Hotman Paris, Tegaskan Penghinaan terhadap Wartawan Tak Bisa Ditoleransi
Porwanas XV Makin Siap, SIWO PWI Lampung Terapkan Verifikasi Atlet Berbasis Barcode
PWI Riau Buka Pendaftaran Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Angkat Tema Energi Berkelanjutan
PWI Pusat Tetapkan Pengurus Baru, Marthen Selamet Susanto Jadi Sekjen
Komentar