Masyarakat Minta Inspektorat Audit Semenisasi Jalan Angrek Kepenghuluan Bhayangkara Jaya Dikerjakan Asal Jadi
datanews.id - Sabtu, 19 Juli 2025 17:58 WIB
Pembangunan Semenisasi Jalan Angrek RT02, RW02, Kepenghuluan Bhayangkara Jaya (Blok A), Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir.
datanews.id -Pembangunan Semenisasi Jalan Angrek RT02, RW02, Kepenghuluan Bhayangkara Jaya (Blok A), Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau yang bersumber dari Dana Kepenghuluan (DK) Tahun 2025 dikerjakan asal jadi dan diduga tidak sesuai spesifikasi.
Proyek yang Menelan Anggaran sebesar Rp. 155.200.000,- dengan volume 142 m x 3m x 0,15 m masa kerja 10 Hari Kerja (HK) namun pengerjaan nya dinilai asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi karena volume ketebalan, lebar tidak sesuai serta penggunaan terpal plastik dan besi warmes dibagian tengah semenisasi tidak dipasang.
Hal ini sesuai hasil pantauan yang dilakukan oleh awak media yang langsung terjun kelapangan pada Selasa, (16/7/2025) dan menyaksikan proyek pembagunan semenisasi yang sedang dikerjakan yang terkesan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi.
Terpantau, volume tebal dan dan lebar jalan yang baru dikerjalkan banyak yang tidak sesuai ukuran dan yang lebih parahnya lagi di bagian tengah semenisasi tidak menggunakan besi warmes dan terval plastik yang diduga sengaja dilakukan untuk meraup keuntungan yang mengarah ketindak pidana korupsi (tipikor)
Hal ini sesuai informasi awal dari keluhan warga yang tidak mau namanya disebutkan dan dipublikasikan yang disampaikan kepada awak media.
Seharusnya untuk menjaga mutu dan ketahanan pembangunan jalan semenisasi seluruhnya harus menggunakan tulang besi (warmes) dan terpal plastik sesuai ukuran dan volume pengerjaan seperti yang tertera di Plank Proyek.
"Mengapa pengerjaan semenisasi di daerah kami Bhayangkara jaya dibagian tengah semenisasi dikosongkan dan tidak di pasang terpal dan tulang besinya (warmes) …?," ungkap warga sembari bertanya kepada awak media
Selain tidak menggunakan tulang besi (warmes) di bagian tengah semenisasi yang telah dikerjakan, juga Volume ukuran pengerjaan ketebalan tidak mencapai 0,15m dan juga ukuran lebar diragukan ada yang kurang dari 3 m.
Untuk itu warga meminta kepada Inspektorat Rohil dan pihak-pihak terkait segera turun untuk melakukan pengecekan langsung dilapangan.
Dikonfirmasi awak media melalui pesan chat di whatsaap pada Jumat, 18/7/2025 kepada Datin Penghulu Bhayangkara Jaya Damelia Ritonga, hingga berita ini ditayangkan selaku penanggung jawab pengguna anggaran didesa belum memberikan jawaban (Bungkam).
"Selaku warga kami meminta dan berharap Inspektorat Rohil dan pihak pihak terkait segera turun dan melakukan audit, karena kuat dugaan ada unsur korupsi dan penyelewengan anggaran didalamnya, karena pelaksanaan proyek semenisasi ini terkesan asal jadi," harapnya.
Kekuatan semenisasi jalan tanpa pemakaian besi (warmes)di bagian tengah beton jalan, tentunya akan mempengaruhi dan lebih rentan mengalami kerusakan dan keretakan, karena hal ini tidak akan mampu untuk menahan beban dan tekanan dinamis, seperti bila kendaaran berat melintasi atau perubahan cuaca yang nantinya akan dapat mempengaruhi.
Untuk itu warga berharap dengan adanya pemberitaan ini Inspektorat Rohil segera lakukan pengecekan, karena sesuai hasil pantauan dilapangan diduga banyak ditemukan ketidak sesuaian dengan spesifikasi yang tertera dan hasil pengerjaan.***
Proyek yang Menelan Anggaran sebesar Rp. 155.200.000,- dengan volume 142 m x 3m x 0,15 m masa kerja 10 Hari Kerja (HK) namun pengerjaan nya dinilai asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi karena volume ketebalan, lebar tidak sesuai serta penggunaan terpal plastik dan besi warmes dibagian tengah semenisasi tidak dipasang.
Hal ini sesuai hasil pantauan yang dilakukan oleh awak media yang langsung terjun kelapangan pada Selasa, (16/7/2025) dan menyaksikan proyek pembagunan semenisasi yang sedang dikerjakan yang terkesan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi.
Terpantau, volume tebal dan dan lebar jalan yang baru dikerjalkan banyak yang tidak sesuai ukuran dan yang lebih parahnya lagi di bagian tengah semenisasi tidak menggunakan besi warmes dan terval plastik yang diduga sengaja dilakukan untuk meraup keuntungan yang mengarah ketindak pidana korupsi (tipikor)
Hal ini sesuai informasi awal dari keluhan warga yang tidak mau namanya disebutkan dan dipublikasikan yang disampaikan kepada awak media.
Seharusnya untuk menjaga mutu dan ketahanan pembangunan jalan semenisasi seluruhnya harus menggunakan tulang besi (warmes) dan terpal plastik sesuai ukuran dan volume pengerjaan seperti yang tertera di Plank Proyek.
"Mengapa pengerjaan semenisasi di daerah kami Bhayangkara jaya dibagian tengah semenisasi dikosongkan dan tidak di pasang terpal dan tulang besinya (warmes) …?," ungkap warga sembari bertanya kepada awak media
Selain tidak menggunakan tulang besi (warmes) di bagian tengah semenisasi yang telah dikerjakan, juga Volume ukuran pengerjaan ketebalan tidak mencapai 0,15m dan juga ukuran lebar diragukan ada yang kurang dari 3 m.
Untuk itu warga meminta kepada Inspektorat Rohil dan pihak-pihak terkait segera turun untuk melakukan pengecekan langsung dilapangan.
Dikonfirmasi awak media melalui pesan chat di whatsaap pada Jumat, 18/7/2025 kepada Datin Penghulu Bhayangkara Jaya Damelia Ritonga, hingga berita ini ditayangkan selaku penanggung jawab pengguna anggaran didesa belum memberikan jawaban (Bungkam).
"Selaku warga kami meminta dan berharap Inspektorat Rohil dan pihak pihak terkait segera turun dan melakukan audit, karena kuat dugaan ada unsur korupsi dan penyelewengan anggaran didalamnya, karena pelaksanaan proyek semenisasi ini terkesan asal jadi," harapnya.
Kekuatan semenisasi jalan tanpa pemakaian besi (warmes)di bagian tengah beton jalan, tentunya akan mempengaruhi dan lebih rentan mengalami kerusakan dan keretakan, karena hal ini tidak akan mampu untuk menahan beban dan tekanan dinamis, seperti bila kendaaran berat melintasi atau perubahan cuaca yang nantinya akan dapat mempengaruhi.
Untuk itu warga berharap dengan adanya pemberitaan ini Inspektorat Rohil segera lakukan pengecekan, karena sesuai hasil pantauan dilapangan diduga banyak ditemukan ketidak sesuaian dengan spesifikasi yang tertera dan hasil pengerjaan.***
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Penuh Haru dan Kebanggaan, SDN 007 Bagan Batu Barat Lepas 62 Siswa Kelas VI
Satgas Anti Narkoba Polres Rohil Amankan Nelayan Penipahan Pemilik Sabu
Jaga Stamina Personel Polsek Bagan Sinembah Gelar Olahraga Pagi
Personel Polsek Bagan Sinembah Cek Perkembangan Jagung Pipil di Lahan Produktif
Dua Pelaku Pencurian Kabel PT Petronesia Benimel Berhasil Diamankan Polres Rohil
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Bagan Sinembah Cek Pertumbuhan Jagung Pipil
Komentar