Sikap Mukmin Ketika di Puncak Kesulitan
كُلُّ نَفۡس ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiya: 35)
Kehidupan kita di dunia ini tidak akan terlepas dari ujian, musibah, dan cobaan. Dalam hidup ini, bisa jadi terdapat suatu masa ketika kita mendapatkan ujian dan musibah yang begitu pelik dan rumit, seolah-olah semua jalan keluar sudah buntu, dan semua harapan sudah terputus. Dan bisa jadi, ujian dan musibah tersebut berlangsung lama, kita merasakan sakit dan perihnya musibah tersebut selama berbulan-bulan, dan kita tidak mengetahui bagaimanakah jalan keluarnya. Ada yang mendapatkan musibah dengan penyakit yang kronis, atau lenyapnya harta benda, atau dagangan yang tidak laku, atau hilangnya pekerjaan, atau musibah-musibah yang berat lainnya. Lalu, bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim pada saat di puncak kesulitan tersebut?
Sikap pertama: Bersabar
Bersabar ketika menghadapi musibah yang menyakitkan merupakan salah satu dari tiga bentuk kesabaran. Ulama menyatakan,
الصبر ثلاثة انواع: صبر على الطاعة، صبر عن المعصية، صبر على اقدار الله المؤلمة
"Kesabaran ada 3 jenis, yaitu bersabar ketika melakukan ketaatan, bersabar ketika meninggalkan kemaksiatan, dan bersabar ketika menghadapi takdir Allah yang menyakitkan."
Oleh karena itu, sikap pertama yang hendaknya seorang muslim perkuat saat di puncak kesulitan adalah bersabar dalam menghadapi ujian dan musibah tersebut. Seorang muslim harus meyakini bahwa AllahTa'alamencintai orang-orang yang bersabar, sebagaimana firman AllahTa'ala,
وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّٰبِرِينَ
"Allah mencintai orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran: 146)
Allah pun akan bersama orang-orang yang bersabar, sebagaimana firman AllahTa'ala,
إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal: 46)
Oleh karena itu, selama kita tetap bersabar dalam menghadapi ujian dan musibah, segenting dan sesulit apapun situasinya, maka yakinlah bahwa AllahTa'alasenantiasa membersamai kita. Allah berikan kita kekuatan kesabaran untuk menjalani hari-hari yang berat tersebut. Kebersamaan ini adalah kebersamaan yang bersifat khusus, kebersamaan yang berkonsekuensi akan adanya pertolongan dari AllahTa'alakepada orang-orang yang bersabar.
Sabar inilah jalan hidup terbaik yang ditempuh oleh seorang mukmin, sebagaimana firman AllahTa'ala,
وَلَئِن صَبَرۡتُمۡ لَهُوَ خَيۡر لِّلصَّٰبِرِينَ
"Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar." (QS. An-Nahl: 126)
AllahTa'alajuga mengabarkan bahwa keberuntungan di dunia dan akhirat akan diperoleh orang yang bersabar,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu), dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (QS. Ali Imran: 200)
Di saat kita berat dan sesak menjalani hari demi hari, bulan demi bulan, maka berbahagialah ketika Allah mengkaruniakan kepada kita kesabaran dalam menghadapi dan menjalani masa-masa sulit tersebut. Allah datangkan kesabaran ke dalam hati kita, sehingga kita pun kuat dan mampu menjalani hari-hari yang sulit tersebut. Kita adalah makhluk yang lemah, Allah sudah menegaskan lemahnya kita, maka Allah pun mendatangkan kesabaran agar kita mampu menjalani beratnya musibah. Oleh karena itu, kita pun hendaknya bersyukur kepada AllahTa'alaketika diberikan kesabaran, dan itu merupakan anugerah dari Allah yang sangat agung.
DariAbu Sa'id al-Khudriradhiyallahu 'anhu,beliau menyampaikan,
أنَّ أُنَاسًا مِنَ الأنْصَارِ سَأَلُوا رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، فَلَمْ يَسْأَلْهُ أحَدٌ منهمْ إلَّا أعْطَاهُ حتَّى نَفِدَ ما عِنْدَهُ، فَقالَ لهمْ حِينَ نَفِدَ كُلُّ شيءٍ أنْفَقَ بيَدَيْهِ: ما يَكُنْ عِندِي مِن خَيْرٍ لا أدَّخِرْهُ عَنْكُمْ، وإنَّه مَن يَسْتَعِفَّ يُعِفَّهُ اللَّهُ، ومَن يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، ومَن يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ، ولَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
"Beberapa kaum Anshar meminta sedekah kepada Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam.Tidaklah salah seorang dari mereka meminta, melainkan beliau akan memberinya, hingga habislah apa yang ada pada beliau. Ketika yang beliau miliki telah habis (diinfakkan), beliau pun bersabda kepada mereka, "Jika kami memiliki harta, maka kami tidak akan menyimpannya dari kalian semua. Setiap orang yang menjaga diri dari meminta-minta, niscaya Allah akan memuliakannya. Setiap orang yang berusaha bersabar, niscaya Allah akan menjadikannya bersabar. Setiap orang yang merasa cukup, niscaya Allah akan mencukupkannya. Sungguh, tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih lapang bagi kalian selain kesabaran." (HR. Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 1053)
Sabar yang Sesungguhnya
Tentang Ujian dan Kiat Menghadapinya
Setiap Ujian Pasti Ada Jalan Keluarnya
Wajib Bersabar Dalam 3 Keadaan
Hikmah di Balik Musibah