Waspada! 7 Penyebab Keringat Dingin Ini Penting Kamu Ketahui
datanews.id - Senin, 16 Desember 2024 11:49 WIB
Foto: viva
datanews.id- Keringat dingin merupakan kondisi berupa keluarnya keringat berlebih dari dalam tubuh. Keringat yang keluar ini bukan disebabkan oleh aktivitas fisik maupun temperatur udara. Beberapa bagian tubuh yang sering keluar keringat dingin adalah ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.
Keringat dingin sering kali disamakan dengan berkeringat di malam hari atau night sweet. Padahal dua kondisi tersebut berbeda, karena keringat dingin bisa terjadi kapan saja, sedangkan night sweet hanya terjadi di malam hari saat Anda tidur.
Lantas, apa saja yang menyebabkan seseoranh mengalami keringat dingin?
berikut ini beberapa penyebab seseorang mengalami keringat dingin.
1. Gula darah rendah
Penurunan kadar gula darah yang cepat dapat membuat Anda merasa kedinginan dan lembap. Orang dengan diabetes, terutama mereka yang menggunakan insulin, lebih rentan terhadap kadar gula darah rendah.
"Terkadang terlalu banyak insulin atau obat diabetes oral dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah."
"Terutama jika Anda tidak makan cukup setelah minum obat tersebut," kata spesialis penyakit dalam, Dr Andrei Brateanu, MD.
Beberapa orang mengalami penurunan gula darah dalam waktu dua jam setelah makan.
Penyebab hipoglikemia reaktif masih menjadi misteri, tetapi mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat sederhana, termasuk makanan manis dapat menyebabkan reaksi ini.
Selain keringat dingin, gula darah rendah juga dapat menyebabkan kebingungan, pusing, sakit kepala, mual, kulit pucat, dan kelemahan.
2. Gangguan endokrin
Bila Anda memiliki terlalu banyak hormon tiroid, metabolisme Anda akan meningkat.
Anda mungkin merasa cemas, jantung berdebar-debar, dan berkeringat lebih banyak dari biasanya.
"Keringat yang tidak diketahui penyebabnya dapat terjadi karena beberapa kondisi yang memengaruhi sistem endokrin," kata Dr Brateanu.
Hubungan antara keringat dingin dan gangguan endokrin masuk akal jika Anda memahami peran hipotalamus dalam mengatur suhu tubuh.
Kelenjar yang terletak jauh di dalam otak ini merupakan penghubung utama antara sistem endokrin dan sistem saraf.
Tugas utamanya adalah menjaga tubuh tetap stabil, yang disebut homeostasis.
3. Penyakit jantung dan serangan jantung
Keringat dingin bisa menjadi tanda penyakit arteri koroner, yang merupakan penyakit jantung yang terjadi ketika plak menumpuk di dalam arteri.
Plak penyumbat arteri, sehingga aliran darah ke jantung menjadi lambat.
Anda berisiko terkena serangan jantung jika plak benar-benar menghentikan aliran darah. Karena keringat dingin merupakan gejala serangan jantung yang umum, Dr Brateanu imbau untuk segera menghubungi layanan kesehatan jika Anda merasa kedinginan dan berkeringat.
"Sekalipun Anda tidak mengalami gejala serangan jantung klasik seperti nyeri dada, segera cari pertolongan medis," kata Dr Brateanu.
4. Menopause dan perubahan hormonal
Perubahan hormonal terutama yang terjadi selama menopause dapat menyebabkan hot flashes dan gejala lainnya.
Sesuai namanya, Anda merasa kepanasan dan berkeringat selama hot flashes.
Namun setelahnya, keringat dingin dapat muncul saat tubuh Anda kembali ke suhu normal.
5. Infeksi
Infeksi virus seperti flu dan COVID-19 dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga menyebabkan demam.
Saat Anda mulai merasa lebih baik, suhu tubuh akan turun, yang dapat menyebabkan keringat dingin.
Terjadinya infeksi bakteri juga dapat menyebabkan keringat dingin.
6. Rasa sakit dan syok
Anda mungkin berkeringat dingin saat merasakan nyeri hebat akibat cedera atau kondisi menyakitkan seperti batu empedu atau batu ginjal.
"Keringat dingin terjadi saat rasa sakit memicu mode melawan atau lari pada tubuh Anda," kata Dr Brateanu.
"Adrenalin membanjiri tubuh Anda, meningkatkan tekanan darah dan membuat Anda berkeringat."
Keringat dingin yang keluar saat Anda merasakan sakit yang aman sangat juga bisa menjadi tanda peringatan bahwa Anda mengalami syok.
"Syok adalah kondisi darurat yang mengancam jiwa yang menunjukkan bahwa organ tubuh Anda tidak mendapatkan cukup darah, kondisi ini memerlukan perawatan segera," kata Dr Brateanu.
7. Stres, kecemasan, dan serangan panik
Stres dan kecemasan juga memicu respons melawan atau lari.
Anda mungkin berkeringat dingin, dan detak jantung serta napas Anda mungkin bertambah cepat. Keringat dingin umum terjadi selama serangan panik yang menyebabkan gejala yang mirip dengan serangan jantung, termasuk berkeringat, mual, dan nyeri dada.
"Jika Anda berkeringat dingin, segera dapatkan perawatan medis untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung," kata Dr Brateanu.
Keringat dingin sendiri tidak berbahaya, tetapi kondisi medis mendasar yang membuat Anda berkeringat bisa jadi berbahaya.
"Keringat dingin bisa jadi pertanda masalah kesehatan yang serius."
"Tanpa pemeriksaan medis yang tepat, Anda tidak bisa tahu apakah keringat dingin disebabkan oleh kecemasan, stres, atau serangan jantung," ungkap Dr. Brateanu.
Sumber: TRIBUNHEALTH.COM
Keringat dingin sering kali disamakan dengan berkeringat di malam hari atau night sweet. Padahal dua kondisi tersebut berbeda, karena keringat dingin bisa terjadi kapan saja, sedangkan night sweet hanya terjadi di malam hari saat Anda tidur.
Lantas, apa saja yang menyebabkan seseoranh mengalami keringat dingin?
berikut ini beberapa penyebab seseorang mengalami keringat dingin.
1. Gula darah rendah
Penurunan kadar gula darah yang cepat dapat membuat Anda merasa kedinginan dan lembap. Orang dengan diabetes, terutama mereka yang menggunakan insulin, lebih rentan terhadap kadar gula darah rendah.
"Terkadang terlalu banyak insulin atau obat diabetes oral dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah."
"Terutama jika Anda tidak makan cukup setelah minum obat tersebut," kata spesialis penyakit dalam, Dr Andrei Brateanu, MD.
Beberapa orang mengalami penurunan gula darah dalam waktu dua jam setelah makan.
Penyebab hipoglikemia reaktif masih menjadi misteri, tetapi mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat sederhana, termasuk makanan manis dapat menyebabkan reaksi ini.
Selain keringat dingin, gula darah rendah juga dapat menyebabkan kebingungan, pusing, sakit kepala, mual, kulit pucat, dan kelemahan.
2. Gangguan endokrin
Bila Anda memiliki terlalu banyak hormon tiroid, metabolisme Anda akan meningkat.
Anda mungkin merasa cemas, jantung berdebar-debar, dan berkeringat lebih banyak dari biasanya.
"Keringat yang tidak diketahui penyebabnya dapat terjadi karena beberapa kondisi yang memengaruhi sistem endokrin," kata Dr Brateanu.
Hubungan antara keringat dingin dan gangguan endokrin masuk akal jika Anda memahami peran hipotalamus dalam mengatur suhu tubuh.
Kelenjar yang terletak jauh di dalam otak ini merupakan penghubung utama antara sistem endokrin dan sistem saraf.
Tugas utamanya adalah menjaga tubuh tetap stabil, yang disebut homeostasis.
3. Penyakit jantung dan serangan jantung
Keringat dingin bisa menjadi tanda penyakit arteri koroner, yang merupakan penyakit jantung yang terjadi ketika plak menumpuk di dalam arteri.
Plak penyumbat arteri, sehingga aliran darah ke jantung menjadi lambat.
Anda berisiko terkena serangan jantung jika plak benar-benar menghentikan aliran darah. Karena keringat dingin merupakan gejala serangan jantung yang umum, Dr Brateanu imbau untuk segera menghubungi layanan kesehatan jika Anda merasa kedinginan dan berkeringat.
"Sekalipun Anda tidak mengalami gejala serangan jantung klasik seperti nyeri dada, segera cari pertolongan medis," kata Dr Brateanu.
4. Menopause dan perubahan hormonal
Perubahan hormonal terutama yang terjadi selama menopause dapat menyebabkan hot flashes dan gejala lainnya.
Sesuai namanya, Anda merasa kepanasan dan berkeringat selama hot flashes.
Namun setelahnya, keringat dingin dapat muncul saat tubuh Anda kembali ke suhu normal.
5. Infeksi
Infeksi virus seperti flu dan COVID-19 dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga menyebabkan demam.
Saat Anda mulai merasa lebih baik, suhu tubuh akan turun, yang dapat menyebabkan keringat dingin.
Terjadinya infeksi bakteri juga dapat menyebabkan keringat dingin.
6. Rasa sakit dan syok
Anda mungkin berkeringat dingin saat merasakan nyeri hebat akibat cedera atau kondisi menyakitkan seperti batu empedu atau batu ginjal.
"Keringat dingin terjadi saat rasa sakit memicu mode melawan atau lari pada tubuh Anda," kata Dr Brateanu.
"Adrenalin membanjiri tubuh Anda, meningkatkan tekanan darah dan membuat Anda berkeringat."
Keringat dingin yang keluar saat Anda merasakan sakit yang aman sangat juga bisa menjadi tanda peringatan bahwa Anda mengalami syok.
"Syok adalah kondisi darurat yang mengancam jiwa yang menunjukkan bahwa organ tubuh Anda tidak mendapatkan cukup darah, kondisi ini memerlukan perawatan segera," kata Dr Brateanu.
7. Stres, kecemasan, dan serangan panik
Stres dan kecemasan juga memicu respons melawan atau lari.
Anda mungkin berkeringat dingin, dan detak jantung serta napas Anda mungkin bertambah cepat. Keringat dingin umum terjadi selama serangan panik yang menyebabkan gejala yang mirip dengan serangan jantung, termasuk berkeringat, mual, dan nyeri dada.
"Jika Anda berkeringat dingin, segera dapatkan perawatan medis untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung," kata Dr Brateanu.
Keringat dingin sendiri tidak berbahaya, tetapi kondisi medis mendasar yang membuat Anda berkeringat bisa jadi berbahaya.
"Keringat dingin bisa jadi pertanda masalah kesehatan yang serius."
"Tanpa pemeriksaan medis yang tepat, Anda tidak bisa tahu apakah keringat dingin disebabkan oleh kecemasan, stres, atau serangan jantung," ungkap Dr. Brateanu.
Sumber: TRIBUNHEALTH.COM
Editor
: Memey
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Menuju Puncak Haji, Jamaah Kampar Dijaga Ketat Tim Medis dan Pembimbing
Manfaat Mengkonsumsi Pepaya
Risiko Kesehatan yang Terjadi kalau kantor Jauh dari Rumah
HUT ke-25 ARSADA: Restuardy Daud Tekankan Pentingnya Tata Kelola dan SDM Kesehatan
Restuardy Daud: Sinergi Lintas Sektor Kunci Turunkan Stunting
Ditanya Tentang Dana BOK, Kadinkes Pidie Enggan Menjelaskan
Komentar