Mengenal Penyakit Ain, Pencegahannya dan Pengobatannya

Oleh :  Yulian Purnama, S.Kom.
Rio Agusri - Jumat, 28 Juni 2024 05:00 WIB
Mengenal Penyakit Ain, Pencegahannya dan Pengobatannya
Ilustrasi (Foto int)

NabiShallallahu'alaihi Wasallambersabda:

إذا رأى أحدكم من نفسه و أخيه ما يعجبه فليدع بالبركة فإن العين حق

"jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya suatu hal yang menakjubkan maka doakanlah keberkahan baginya, karena 'ain itu benar adanya" (HR. An Nasa'i no. 10872, disahihkan Al-Albani dalamShahih An Nasa'i).

Dan yang paling penting agar tidak menimbulkan penyakit 'ain pada diri orang lain adalah menghilangkan rasa hasad kepada orang lain. Karena hasad itu tercela. DariAnas bin Malikradhiallahu'anhu, Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallambersabda:

لا تَباغضوا ، و لا تَقاطعوا ، و لا تَدابَروا ، و لا تَحاسَدُوا ، و كونوا عبادَ اللهِ إخوانًا

"Janganlah kalian saling membenci, saling memutus hubungan, saling menjauh, saling hasad. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara"(HR. Bukhari no. 6076, Muslim no.2559).

Dan hasad kepada nikmat yang didapatkan orang lain, berarti tidak ridha kepada keputusan Allah dan pembagian rezeki oleh Allah. AllahTa'alaberfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu"(QS. An Nisa': 32).


Cara agar kita tidak terkena 'ain

Hal pertama yang perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit 'ain adalah menghindari sikap suka pamer, dan berhias diri dengan sifattawadhu.

Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallambersabda:

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

"Sungguh Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zalim pada yang lain"(HR. Muslim no. 2865).

Sebisa mungkin hindari menyebut-nyebut kekayaan, kesuksesan usaha, kebahagiaan keluarga, juga memamerkan foto anak, foto diri, foto istri/suami, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan iri-dengki dari orang yang melihatnya. Atau juga yang bisa menyebabkan kekaguman berlebihan dari orang yang melihatnya. Karena pandangan kagum juga bisa menyebabkan 'ain, sebagaimana sudah disebutkan.

Kemudian di antara upaya pencegahan penyakit 'ain adalah dengan menjaga dan memelihara semua kewajiban dan menjauhi segala larangan, taubat dari segala macam kesalahan dan dosa, juga membentengi diri dengan beberapa dzikir, doa, danta'awudz(doa perlindungan) yang disyariatkan.

AllahTa'alaberfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema'afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)"(Qs. Asy-Syuura: 30).

AllahTa'alajuga berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram"(QS. Ar Ra'du: 28)

Rutinkan dzikir pagi dandzikir petang, serta dzikir-dzikir harian seperti dzikir keluar/masuk rumah, dzikir keluar/masuk kamar mandi, dzikir hendak tidur atau bangun tidur, dzikir naik kendaraan, dzikir ketika akan makan, dzikir setelah shalat, dan lainnya.

Diantara dzikir pencegah 'ain yang bisa dibaca kepada anak-anak agar tidak terkena 'ain adalah sebagaimana yang ada dalam haditsIbnu Abbasradhiallahu'anhu, bahwa NabiShallallahu'alaihi Wasallammendoakan Hasan dan Husain dengan doa:

أُعِيذُكما بكلِماتِ اللهِ التَّامَّةِ، مِن كلِّ شيطانٍ وهامَّةٍ، ومِن كلِّ عينٍ لامَّةٍ

/u'iidzukuma bikalimaatillahit taammah, min kulli syaithaanin wa haamah wa min kulli 'ainin laamah/

"Aku meminta perlindungan untuk kalian dengan kalimat Allah yang sempurna, dari gangguan setan dan racun, dan gangguan 'ain yang buruk". Lalu Nabi bersabda: "Dahulu ayah kalian (Nabi Ibrahim) meruqyah Ismail dan Ishaq dengan doa ini"(HR. Abu Daud no. 4737, Ibnu Hibban no.1012, dishahihkan Syu'ain Al Arnauth dalamTakhrij Ibnu Hibban).


Cara mengobati penyakit ain

Adapun orang yang terlanjur terkena 'ain maka yang pertama kali harus dilakukan adalah bersabar. Hendaknya ia meyakini bahwa penyakit 'ain itu terjadi atas izin Allah. AllahTa'alaberfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّـهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu"(QS. At Taghabun: 11).

Dan hendaknya ia bertawakkal hanya kepada Allah. Ia meyakini bahwa satu-satunya yang bisa menyembuhkan hanyalah AllahTa'ala. AllahTa'alaberfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ

"jika Allah menimpakan suatu mudharat kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri" (QS. Al An'am: 17).

Jika orang yang terkena 'ain bertawakkal kepada Allah sepenuhnya, maka pasti Allah akan sembuhkan. AllahTa'alaberfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

"Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah pasti Allah akan penuhi kebutuhannya"(QS. Ath Thalaq: 3).

Dan hendaknya orang yang terkena 'ain mengusahakan sebab-sebab yang bisa menyembuhkan penyakit 'ain, diantaranya:


Mandi dari air bekas mandi orang yang menyebabkan 'ain

Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbasradhiallahu'anhum, NabiShallallahu'alaihi Wasallambersabda:

العين حق ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين ، وإذا استغسلتم فاغسلوا

"'Ain itu benar adanya. Andaikan ada perkara yang bisa mendahului takdir, maka itulah 'ain. Maka jika kalian mandi, gunakanlah air mandinya itu (untuk memandikan orang yang terkena 'ain)"(HR. Muslim no. 2188).


Mandi dari air bekas wudhu orang yang menyebabkan 'ain

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Umamah bin Sahl di atas. NabiShallallahu'alaihi Wasallammemerintahkan Amir bin Rabi'ah untuk berwudhu dan menyiramkan air wudhunya kepada Sahl yang terkena 'ain. Dalam riwayat yang lain:

فَأَمَرَ عَامِرًا أَنْ يَتَوَضَّأَ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، وَرُكْبَتَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ، وَأَمَرَهُ أَنْ يَصُبَّ عَلَيْهِ

"Lalu Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam memerintahkan Amir untuk berwudhu. Lalu Amir membasuh wajah dan kedua tangannya hingga sikunya, dan membasuh kedua lututnya dan bagian dalam sarungnya. Lalu Nabi memerintahkannya untuk menyiramkannya kepada Sahl"(HR. An Nasa'i no. 7617, Ibnu Majah no. 3509, Ahmad no. 15980, dishahihkan Al Albani dalamShahih Ibni Majah).

Dari Aisyahradhiallahu'anha,ia berkata :

كانَ يُؤمَر العائِنُ، فيتوضّأُ، ثم يَغْتَسِلُ منه المَعِينُ

"Dahulu orang yang menjadi penyebab 'ain diperintahkan untuk berwudhu, lalu orang yang terkena 'ain mandi dari sisa air wudhu tersebut"(HR Abu Daud no 3885, dishahihkan Al Albani dalamSilsilah Ash Shahihahno.2522).


Ruqyah syar'iyyah

Sebagaimana hadits dari Asma bintu Umaisradhiallahu'anha, ia berkata:

يا رسول الله ، إن بني جعفر تصيبهم العين ، أفنسترقي لهم ؟ ، قال : نعم ، فلو كان شيء سابق القدر لسبقته العين

"Wahai Rasulullah, Bani Ja'far terkena penyakit 'ain, bolehkah kami minta mereka diruqyah? Nabi menjawab: iya boleh. Andaikan ada yang bisa mendahului takdir, itulah 'ain"(HR. Tirmidzi no.2059, Ibnu Majah no. 3510, dishahihkan Al Albani dalamShahih Ibnu Majah).

Ada beberapa cara meruqyah orang yang terkena 'ain, diantaranya dengan membacakan doa yang ada dalam hadits 'Aisyahradhiallahu'anha, ia berkata: "Ketika RasulullahShallallahu'alaihi Wasallammerasakan sakit, Malaikat Jibril meruqyahnya dengan doa:

باسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

/bismillahi yubriik, wa min kulli daa-in yasyfiik, wa min syarri haasidin idza hasad, wa syarri kulli dzii 'ainin/

(dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Ia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang hasad dan keburukan orang yang menyebabkan 'ain)(HR. Muslim no.2185).

Atau membaca doa-doa ruqyah dari hadits-hadits shahih yang lainnya, serta ayat-ayat Al Qur'an. Dan semua ayat-ayat Al Qur'an bisa untuk meruqyah.

Demikian pemaparan singkat mengenai penyakit 'ain. Semoga Allah Ta'ala menjaga kita dari keburukan penyakit 'ain.Wallahu waliyyu dzalika wal qaadiru 'alaihi.


Sumber : Muslim.or.id


SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru