Nasehat Kepada Guru dan Murid

Oleh: Syekh Abdul Muhsin bin Muhamad Al-Qasim , Penerjemah : Muh. Lutfi Firdaus
Rio Agusri - Minggu, 28 Januari 2024 05:59 WIB
Nasehat Kepada Guru dan Murid
Ilustrasi (foto int)

Guru termasuk di dalamnya, sesungguhnya membentengi para siswa dengan ilmu syari'ah merupakan tuntutan syar'i, meskipun arah kecenderungan mereka bukan kepada ilmu agama, ilmu syari'ah akan membekali sisiwa dengan ketenangan dan kebahagiaan saat belajar.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

"Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."

Adalah merupakan aib bagi seseorang yang hanya mengetahui ilmu umum tetapi bodoh dengan ilmu syari'ah yang mendasar. Kebutuhanya akan agama semakin meningkat seiring dengan banyaknya fitnah dan cobaan yang ia hadapi. Seorang muslim akan menjadi insan yang unggul dengan ilmu dan keluasan pengetahuanya, didukung oleh cahaya iman yang memadukan antara dunia dan akhirat serta seluruh yang ada di alam dengan ke-Esaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Wahai Guru dan Pelajar Perempuan
Berdiam diri di rumah bagi perempuan adalah tuntutan dan aturan syar'i, keluarnya perempuan dari rumah untuk mengajar terikat dengan syarat-syarat serta harus sejalan dengan kaidah-kaidah syari'ah. Jadilah Anda perempuan yang bangga ketika menjalankan perintah Tuhanmu. Hijab adalah penjelas dan cadar adalah penerang. Kecantikan wanita ada pada kesopanannya dan keindahannya terdapat dalam iffahnya (kehormatan dan kesucian). Jadilah seorang dai untuk agama Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui komitmen dengan agama-Nya. Hindarilah perilaku yang dapat mencederai kehormatan kaum muslim dengan ghibah, adu domba dan memperolok-olok orang lain. Jauhilah sifat sombong dan berbangga diri. Jadikanlah setiap tahapan pendidikan Anda sebagai sarana meningkatkan iman dan pelajaran yang efektif untuk membangun generasi yang beriman.

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ

"Katakanlah, apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.".

Ujub dan marah adalah penyakit ilmu, sedangkan sifat ramah dan rendah hati adalah hiasannya. Orang yang bahagia adalah orang yang tahu jalan menuju Tuhanya, ia berjalan di atas jalan itu untuk menuju kepada-Nya, itulah orang yang dermawan kepada Tuhannya. Sedangkan orang yang tercegah dari kebahagiaan adalah orang yang tahu jalan menuju Tuhan-Nya kemudian ia berpaling dari-Nya. Kebaikan yang sempurna adalah memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala pada saat menuntut ilmu sebagai warisan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ilmu yang hak adalah ilmu yang sesuai dengan ilmu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Keinginan yang benar adalah yang mendatangkan kecintaan dan ridla-Nya. Ilmu yang bermanfaat adalah sumber petunjuk dan mengamalkan kebenaran adalah petunjuk. Kesesatan adalah beramal tanpa ilmu dan mengikuti hawa nafsu. Petunjuk tidak akan diraih kecuali dengan ilmu dan kesabaran. Pangkal kejahatan adalah kebodohan dan tidak berilmu. Malas dalam mencari nilai-nilai keutamaan adalah seburuk-buruk teman.

Bersiap-siaplah untuk meraih ilmu dengan membersihkan jiwa dari kelemahan dan mengikuti hawa nafsu. Tawadlu' (merendah) di hadapan ulama adalah memuliakan diri dari kehinaan. Sesalilah kelalaian yang lalu, dan bersungguh-sungguhlah dalam mengejar jejak orang-orang yang memilki keutamaan dan cita-cita mulia selama masih ada keluasan waktu dan usia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan taufik-Nya kepadamu dan membimbing langkahmu menuju kebaikan. Amin…

Wasallallah 'alaa Nabiyina Muhammad.

Sumber: almanhaj.or.id

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru