Tembok Ya'juj dan Ma'juj

Rio Agusri - Jumat, 23 Februari 2024 05:00 WIB
Tembok Ya'juj dan Ma'juj
Ilustrasi (foto int)

Tempat dinding penghalang tersebut tidak diketahui tempatnya dengan pasti. Sebagian raja dan para ahli sejarah berusaha untuk mengetahui tempatnya, di antaranya adalah Khalifah al-Watsiq,[2] beliau pernah mengutus beberapa gubernurnya bersama pasukan infantri untuk pergi guna melihat dinding tersebut, menelitinya dan menjelaskan kepadanya ketika kembali. Maka mereka menelusuri dari suatu negeri ke negeri lain, dan satu kerajaan ke kerajaan lainnya hingga mereka sampai kepadanya, dan melihat dinding tersebut yang terbuat dari besi juga timah. Mereka menyebutkan bahwa mereka melihat sebuah pintu yang sangat besar dengan kuncinya yang sangat besar, demikian pula mereka melihat susu-susu dan madu pada sebuah benteng di sana, dan dijaga oleh para penjaga dari kerajaan-kerajaan yang berbatasan dengannya, dan dinding tersebut sangat tinggi sekali, tidak dapat didaki juga gunung-gunung yang ada di sekitarnya tidak dapat didaki. Setelah itu mereka kembali ke negeri mereka, setelah mengembara lebih dari 2 tahun, dan menyaksikan banyak keajaiban."[3]

Kisah ini disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsiirnya, akan tetapi beliau tidak menyebutkan sanadnya, maka hanya Allah-lah yang mengetahui kebenaran kisah tersebut.

Dan yang ditunjukkan dari beberapa ayat terdahulu bahwa dinding tersebut dibangun di antara dua gunung, berdasarkan firman Allah Ta'ala:

حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ

"Hingga apabila dia telah sampai di antara dua gunung…." (Al-Kahfi/18: 93)

(اَلسَّدَّانَ) maknanya adalah dua gunung yang berhadapan, kemudian Allah berfirman:

حَتّٰىٓ اِذَا سَاوٰى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ

"… Hingga apabila potongan besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu…." ( Al-Kahfi/18: 96)

Maknanya adalah apabila telah sama rata dengan kedua puncak gunung.[4] Dinding itu dibuat dengan menggunakan potongan-potongan besi, kemudian cairan timah dituangkan di atasnya sehingga menjadi sebuah penutup yang sangat
kuat.

Imam al-Bukhari rahimahullahmeriwayatkan bahwa seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Aku telah melihat sebuah dinding bagaikan kain yang bergaris." Rasul berkata, "Engkau telah melihatnya."[5]

Sayyid Quthub berkata, "Ditemukan sebuah dinding penghalang di dekat kota Tirmidz[6] yang terkenal dengan pintu besi, di awal abad ke-15 Masehi. Seorang ilmuan Jerman yang bernama Sild Berger pernah melewatinya dan mengabadikannya dalam bukunya, demikian pula seorang ahli sejarah dari Spanyol Kla Pejo di dalam perjalannya pada tahun 1403 M, dan beliau berkata, 'Penutup kota pintu besi ada di jalan antara Samarkan dan India….' Bisa saja dinging penghalang tersebut adalah dinding penghalang yang dibangun oleh Dzul Qarnain.'"[7]

Kami katakan: Barangkali dinding penghalang ini hanya sekedar pagar-pagar yang mengelilingi kota Tirmidz, seperti yang dikatakan oleh Yaqut al-Hamawi dalam kitabnya Mu'jamul Buldaan dan bukan dinding penghalang yang dibangun oleh Dzul Qarnain."

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru