Tujuh Kebijakan Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz Dalam Menjalankan Pemerintahannya.
4. Mengeluarkan Surat Edaran Kepada Para Gubernur Agar Taat Kepada Allah.
Kebijakan beliau lainnya, yaitu menulis surat edaran kepada seluruh gubernur yang berada di bawah kepemimpinannya, agar taat kepada Allah dan melarang mereka dari perbuatan maksiat, menetapkan sanksi dan hadiah bagi yang berhak. Beliau juga mengingatkan kepada mereka dengan sejarah para khalifah terdahulu. Ada yang sukses, dan ada pula pemimpin yang merugi.
Aspek keadilan pun beliau tekankan kepada para gubernur, agar mereka menuntaskan tindakan kesewenang-wenangan yang pernah terjadi, dan membela yang tertindas. Sebagian gubernur yang tidak cakap, diberhentikan, kemudian digantikan dengan yang lebih baik. Beliau juga pernah menyidang sebagian gubernur untuk mempertanggungjawabkan kecurangan mereka, seperti larangan menerima hadiah maupun suap.
Terdapat kebijakan strategis, yang pengaruhnya –dengan taufiq dari Allah- sehingga 4000 jiwa penduduk Khurasan masuk Islam lantaran kebijakan ini. Yaitu pembatalan pengambilan jizyah dari orang-orang Yahudi maupun Nashara yang telah masuk Islam.
5. Menanamkan Rasa Takut Kepada Allah.
Termasuk langkah tepat yang beliau tempuh, yaitu menanamkan rasa takut kepada Allah pada hati pejabat negara dan rakyat secara keseluruhan. Beliau pernah menangis dalam berkhutbah pada shalat Jum'at, Karena takut kepada Allah. Orang-orang pun ikut menangis, sehingga masjid pun bergemuruh oleh suara tangisan.
6. Menanamkan Rasa Cinta Kepada al Qur`an dan as-Sunnah.
Khalifah 'Umar bin 'Abdil 'Aziz menggiatkan dalam mencerdaskan rakyat dan menanamkan para hati mereka cinta terhadap al Qur`an dan as-Sunnah. Beliau mengutus da'i-da'i ke pedesaan untuk mengajarkan kepada rakyat masalah agama.
7. Berdakwah Kepada Non-Muslim.
Usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi Bani Umayah tidak berhenti pada titik ini. Khalifah 'Umar bin 'Abdil 'Aziz juga memiliki perhatian yang bersar kepada non-muslim. Beliau mengutus dai-dai untuk menyampaikan risalah Islam kepada mereka. Sejumlah dai dikirim ke wilayah Afrika. Hasilnya, banyak dari kalangan suku Barbar yang kemudian masuk Islam.
Demikian tujuh kebijakan Khalifah 'Umar bin 'Abdul 'Aziz dalam menjalankan pemerintahannya. Begitu banyak perbaikan yang telah beliau realisasikan dalam masa pemerintahan yang tidak lama tersebut. Yakni sekitar dua tahun lima bulan. Saat menanggung hari-hari berat dalam menjalankan tanggung jawab sebagai khalifah, ajal menjemput beliau pada tanggal 25 Rajab, tahun 101 H. Beliau wafat karena diracun oleh budaknya. Semoga Allah membalas beliau dengan balasan baik yang sebesar-besarnya.
Footnote
[1]. HR Abu Dawud, al Hakim. Lihat ash-Shahihah (2/150 no. 599). Ibnu Katsir berkata,"Sejumlah ulama, termasuk Ahmad bin Hambal, seperti yang dikutip Ibnul-Jauzi dan lainnya mengatakan, bahwa 'Umar bin 'Abdil 'Aziz berada di awal seratus pertama. Beliau adalah seorang yang paling utama dan berhak masuk dalam hadits tersebut, lantaran ketokohan, luasnya kekuasaan, pembelaannya terhadap kebenaran. Biografinya mirip dengan sirah 'Umar bin Khaththab. Beliau sering meniru 'Umar bin Khaththab. Lihat al Bidayah (9/243-244).
[2]. Siyar A'lamin-Nubala (5/125).
[3]. Ibid., (5/125).
Sumber: almanhaj.or.id