Bus Asal Aceh Dilempari Batu di Labura, Penumpang Perempuan dan Balita Nyaris Jadi Korban
Rizki Rivaldi - Minggu, 07 Juni 2026 18:13 WIB
Dok SPS Aceh
Medan – Aksi pelemparan batu terhadap kendaraan asal Aceh kembali terjadi di wilayah Sumatera Utara. Kali ini, sebuah bus berpelat nomor BL 7917 AA yang melayani rute Medan–Pekanbaru menjadi sasaran orang tak dikenal saat melintas di kawasan Simpang Marbau, Kampung Pajak, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Lemparan batu menghantam kaca samping kanan bus hingga pecah dan rontok seluruhnya. Insiden tersebut sempat memicu kepanikan di dalam bus karena bagian yang terkena lemparan berada tepat di samping kursi yang ditempati seorang perempuan bersama balita. Beruntung, keduanya selamat dan tidak mengalami luka.
Bus tersebut mengangkut puluhan penumpang, termasuk rombongan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh yang sedang dalam perjalanan menuju Pekanbaru untuk menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun SPS ke-80 yang akan berlangsung pada Senin (8/6/2026).
Kernet bus, Kevin, mengatakan peristiwa itu terjadi saat kendaraan melintas di kawasan Simpang Marbau. Setelah memastikan seluruh penumpang dalam keadaan aman, awak bus segera melakukan penanganan darurat agar perjalanan dapat dilanjutkan.
Akibat kaca yang pecah total, bagian jendela yang rusak ditutup menggunakan terpal biru dan direkatkan dengan lakban. Kondisi tersebut mengurangi kenyamanan dan keamanan perjalanan karena angin dari luar terus masuk ke dalam kabin bus berpendingin udara tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus pelemparan batu terhadap kendaraan asal Aceh di sejumlah ruas jalan di Sumatera Utara. Sebelumnya, beberapa kendaraan travel, mobil pribadi, hingga bus yang membawa rombongan Persiraja Banda Aceh juga dilaporkan mengalami kejadian serupa.
Salah seorang penumpang mengaku resah karena aksi tersebut terus berulang dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
"Belum lama ini mobil yang saya tumpangi juga dilempari batu. Sekarang bus yang saya tumpangi mengalami hal yang sama. Ini sudah sangat meresahkan," ujarnya.
Sementara itu, anggota rombongan SPS Aceh, Barlian Erliadi, menilai kejadian tersebut tidak dapat lagi dianggap sebagai gangguan biasa karena berpotensi menimbulkan korban jiwa.
"Kali ini perempuan dan balita selamat. Namun sampai kapan keberuntungan itu ada? Jika batu itu mengenai kepala penumpang, akibatnya bisa fatal. Karena itu kami meminta kepolisian bertindak serius mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang," kata Barlian.
Ia juga meminta para anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh untuk ikut menyuarakan persoalan tersebut di tingkat nasional. Menurutnya, aksi pelemparan terhadap kendaraan yang membawa masyarakat Aceh sudah terlalu sering terjadi dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
"Jangan menunggu korban jiwa. Negara harus hadir memberikan rasa aman bagi setiap warga yang menggunakan jalan umum," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku maupun motif pelemparan masih belum diketahui. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku serta meningkatkan pengamanan di jalur-jalur yang kerap menjadi lokasi terjadinya aksi serupa. (*)
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Peringati Hari Lanjut Usia Nasional, DWP Aceh Salur Bantuan
DPW Partai Aceh Pidie Gelar Silaturahmi dan Haul ke-16 Hasan di Tiro
Pemko Banda Aceh Siapkan Dakwah Umum Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Pemko Banda Aceh Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan UIN Ar-Raniry pada 6 Juni
Buku 'Polda Aceh Meutuah' Diluncurkan, Sekda Sampaikan Apresiasi
Satgas PRR Aceh Percepat Pembangunan 500 Huntap Korban Banjir di Aceh Tamiang
Komentar