Antara Tauhid, Syirik dan Bahayanya
Syirik merupakan kemaksiatan yang paling besar, kezhaliman yang paling zhalim dan dosa yang paling besar, yang tidak akan diampuni Allah Azza wa Jalla, jika pelaku syirik mati di atas syirik dan tidak bertaubat.
Orang yang berbuat syirik adalah orang paling sesat, paling zhalim di muka bumi ini.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"… Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar." [Luqman/31: 13]
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
"Sungguh Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." [An-Nisaa'/4: 48]
Firman Allah Azza wa Jalla :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mem-persekutukan (sesuatu) dengan Dia (syirik), dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." [An-Nisaa'/4: 116]
Akibat Orang yang Berbuat Syirik
Menurut ayat di atas (An-Nisaa'/4: 116) menunjukkan bahwa Allah tidak mengampuni orang yang berbuat syirik, jika ia mati dalam kemusyrikannya dan tidak taubat.
Orang yang berbuat syirik tidak mengalami ketenangan dalam hidupnya.
Orang yang berbuat syirik tidak mendapatkan syafa'at Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Orang yang berbuat syirik diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk masuk Surga. Sebagaimana firman-Nya:
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
"…Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh Allah mengharamkan Surga baginya, dan tempatnya ialah Neraka dan tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun." [Al-Maa-idah/5: 72]
Orang yang berbuat syirik akan terhapus pahala amal-amal kebajikan yang pernah dilakukannya.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"…Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka ker-jakan." [Al-An'aam/6: 88]
Pengertian Syahadat: "Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam."[10]
Makna dari syahadat: "Muhammad Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam" adalah:
طَاعَتُهُ فِيْمَا أَمَرَ, yaitu mentaati apa-apa yang beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam perintahkan.
Firman Allah Ta'ala:
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah kemenangan yang besar." [An-Nisaa/4: 13]
تَصْدِيْقُهُ فِيْمَا أَخْبَرَ , yaitu membenarkan apa-apa yang beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sampaikan.
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya…" [Al-Hadiid/57: 28]
اجْتِنَابُ مَا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ , yaitu menjauhkan diri dari apa-apa yang beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam larang.
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
" … Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah…" [Al-Hasyr/59: 7]
أَنْ لاَ يَعْبُدَ اللهَ إِلاَّ بِمَا شَرَعَ, yaitu tidak beribadah kepada Allah melainkan dengan cara yang telah disyari'atkan.
Artinya, kita wajib beribadah kepada Allah menurut apa yang disyari'atkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, kita wajib ittiba' kepada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah men-cintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [Ali 'Imran/3: 31]
Footnote
[1] HR. Muslim (no. 26) dari Shahabat 'Utsman Radhiyallahu 'anhu
[2] HR. Muslim (no. 27) dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.
[3] HR. Muslim (no. 31) dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu
[4] HR. Al-Bukhari secara mu'allaq dan pasti. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Riwayat ini dimaushulkan (disambungkan) oleh Imam ath-Thabrani, dari Shahabat 'Abdullah bin Mas'ud, dengan sanad yang shahih." (Fat-hul Baari (I/48)).
[5] Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fat-hul Baari (I/48) menyatakan bahwa sanadnya shahih.
[6] HR. Al-Bukhari (no. 99, 6570) dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.
[7] HR. Al-Bukhari (no. 128) dan Muslim (no. 32) dari hadits Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu anhu.
[8] HR. Al-Bukhari (no. 16, 21, 6041) dan Muslim (no. 43 (67)) dari Shahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, dan lafazh ini milik Muslim.
[9] 'Aqiidatut Tauhiid (hal. 44).
[10] Lihat Syarh al-Ushuul ats-Tsalaatsah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin v (hal. 75).
Sumber: almanhaj.or.id
Inilah Misi Utama Dakwah Rasulullah
Mengusap Khuf Syarat dan Ketentuannya
Hukum Mendatangi dan Berobat Kepada Dukun
Prinsip Dasar Agama Islam
Ajarkan Anak Sejarah Islam Sejak Dini