Ganjaran Bagi Orang yang Suka Membantu

Rio Agusri - Minggu, 28 April 2024 08:54 WIB
Ganjaran Bagi Orang yang Suka Membantu
Ilustrasi (Foto int)

"Barangsiapa yang memiliki kelebihan punggung maka hendaknya memberikan kepada orang yang tidak punya kelebihan itu. Dan bagi siapa yang punya kelebihan perbekalaan hendaknya memberi kepada orang yang kurang perbekalannya". Abu Sa'id melanjutkan, "Beliau lalu menyebut beberapa jenis harta yang banyak sampai sekiranya kami berpikiran tidak ada keutamaan lagi bagi kami untuk memilikinya". [HR Muslim no: 1728]

Imam Nawawi menjelaskan hadits diatas dengan penjelasannya, "Didalam hadits ini sebagai dalil atas dianjurkannya untuk bersedekah, suka menderma, punya kepedulian pada sesama, berbuat baik pada teman perjalanan, memperhatikan kebutuhan teman. Maka sebuah perkara besar manakala sebuah kaum mempunyai sikap kepedulian atas kebutuhan temannya, yang mana beliau hanya mencukupkan dengan sekedar tawaran bagi para sahabatnya untuk rela membantu orang yang sedang butuh dan memberi dorongan, tanpa harus diminta terlebih dahulu". [1]

Dan pintu-pintu untuk memberi manfaat orang lain sangatlah banyak, seperti dengan membantu untuk melunasi hutang yang mereka miliki, atau bersedekah pada kalangan orang fakir diantara mereka, atau melapangkan kesusahan, atau mendamaikan perselisihan yang terjadi diantara mereka, atau membikin mereka merasa senang serta cara yang lainnya. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Sa'id bin Abi Burdah dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ – قَالَ – تَعْدِلُ بَيْنَ الاِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِى دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ – قَالَ – وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَتُمِيطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ » [أخرجه البخاري و مسلم]

"Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraanya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah". [HR Bukhari no: 2707. Muslim no: 1009]

Imam Ibnu Qoyim menjelaskan, "Dan akal dan nash serta fitrah didukung penelitian dari berbagai kalangan umat beragama dengan segala macam kelompok dan ragamnya, semuanya sepakat bahwa mendekatkan diri kepada Rabb semesta alam, dan berbuat bajik serta ihsan pada makhluk -Nya, termasuk faktor terbesar dari faktor-faktor yang ada untuk memperoleh setiap kebaikan, dan sebaliknya perilaku yang berbeda seperti diatas maka itu merupakan faktor ditimpakannya keburukan. Oleh karenanya salah satu usaha untuk mendapat nikmat-nikmat Allah Shubhanahu wa ta'alla serta keinginan untuk menolak bencana dan adzab -Nya bisa dilakukan dengan ketaatan kepada Allah Shubhanahu wa ta'alla dan berbuat baik pada makhluk -Nya". [2]

Potret Para Nabi Dalam Masalah ini:
Dan memberi manfaat pada orang lain, bersegera melapangkan kesusahan mereka termasuk bagian dari sifat-sifatnya para nabi dan rasul 'alaihimu shalatu wa sallam. Lihatlah penderma Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq 'alaihi sallam, walaupun perilaku buruk yang sudah diterimanya dari saudara-saudaranya beliau tetap menyiapkan dan memberi manakala mereka datang untuk meminta kebutuhan makan keluarganya, beliau tidak menurangi sedikit pun jatah mereka.

Nabi Musa 'alaihi sallam tatkala mendatangi tempat mengambil air penduduk Madyan, beliau mendapati orang-orang saling berebut dan antri menunggu giliran mengambil air lantas beliau menjumpai ada dua wanita yang tidak ikut berdesakan menunggu giliran, maka beliau langsung menawarkan bantuan mengambilkan air sehingga kambing-kambingnya bisa minum.

Umul mukminin Khadijah radhiyallahu 'anha, beliau pernah berkata tentang Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, "Sesungguhnya engkau adalah penyambung tali kerabat, pemikul beban orang lain yang mendapat kesusahan, pemberi orang yang papa, penjamu tamu serta pendukung setiap upaya penegakan kebenaran".[HR Bukhari no: 3].

Dan panutan kita, Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam apabila diminta untuk memenuhi hajat seseorang maka beliau tidak pernah menolak permintaannya. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan, "Tidak pernah Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam dimintai sesuatu pun, lantas beliau mengatakan 'tidak'. [HR Bukhari no: 6034. Muslim no: 2311]

Dalam hadits lain yang dibawakan oleh Imam Ahmad dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Sesungguhnya kami, demi Allah, telah menemani Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam baik disaat safar maupun dalam keadaan muqim. Maka (kami mendapati) kebiasaan beliau ialah menjenguk orang sakit diantara kami, mengiringi jenazah dikalangan kami, ikut berperang bersama kami, dan menyamaratakan diantara kami antara orang kaya dan miskin".[HR Ahmad 1/532 no: 504.]

Potret Para Sahabat:
Demikian pula yang ada pada generasi terbaik umat ini, para sahabat mereka adalah orang-orang yang selalu meniti jalan nabinya. Mereka senang membantu orang lain serta memberi manfaat semampunya pada mereka. Mari kita lihat pada potret mereka yang senang memberi manfaat pada orang lain dari kalangan mereka.

Abu Bakar radhiyallahu 'anhu, beliau masuk Islam sedang padanya ada empat puluh ribu dinar, kemudian beliau infakkan seluruhnya dijalan Allah Shubhanahu wa ta'ala, beliau juga membebaskan tujuh budak yang semuanya berjihad dijalan Allah Shubhanahu wa ta'ala, beliau membebaskan Bilal, Amir bin Fahirah, Zanbarah, an-Nahdiyah dan anak perempuannya, Jariyah bin Mu'amal, dan Ummu A'biis.

Umar bin Khatab radhiyallahu 'anhu, beliau mempunyai kebiasaan memberi air pada para janda dimalam hari. Sahabat Thalhah pernah melihat beliau pada suatu malam masuk membawa air pada rumah seorang wanita, maka Thalhah mendatangi rumah tersebut disiang harinya, maka dirinya mendapati didalam rumah tersebut seorang wanita tua buta sedang duduk diatas kursi, lantas dirinya bertanya, "Apa yang dilakukan oleh Umar padamu? Wanita tersebut menjawab, "Perbuatan ini dia lakukan semenjak ini dan itu, beliau selalu memperhatikanku sambil datang membawa kebutuhanku dan melapangkan kesulitanku".

Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, beliau pernah membeli sebuah sumur dengan harga tiga puluh lima ribu dirham, lalu beliau wakafkan untuk orang kaya dan miskin serta ibnu sabil. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, pernah suatu hari ada seseorang datang kepada Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, sambil mengatakan, "Wahai Amirul mukiminin, aku ada keperluan bersamamu, namun sudah aku adukan terlebih dahulu kepada Allah ta'ala sebelum aku mendatangimu. Maka jika anda mengabulkan hajatku aku akan memuji Allah Shubhanahu wa ta'alla dan berterima kasih kepadamu. Dan bila tidak maka aku akan memuji kepada Allah Shubhanahu wa ta'alla dan memberi udzur padamu". Maka Ali pun bertanya, "Tulislah hajatmu diatas tanah, karena aku tidak suka kalau melihat kehinaan meminta-minta pada wajahmu". Maka orang tersebut menulis, "Aku orang yang dirundung kebutuhan". Ali berkata, "Aku memiliki pakaian". Maka beliau meminta supaya diambilkan pakaian tadi lalu diberikan pada orang tersebut, kemudian lelaki tadi langsung memakainya dan bersenandung dengan bait sya'irnya:

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru