Nihayah, Termasuk Dosa Besar Warisan Jahiliyyah
Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari
Rio Agusri - Minggu, 23 Juni 2024 05:00 WIB
Ilustrasi (Foto int)
3. Nabi Berlepas Diri
Abu Burdah bin Abu Musa berkata:
وَجِعَ أَبُو مُوسَى وَجَعًا فَغُشِيَ عَلَيْهِ، وَرَأْسُهُ فِي حِجْرِ امْرَأَةٍ مِنْ أَهْلِهِ فَصَاحَتِ امْرَأَةٌ مِنْ أَهْلِهِ، فَلَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يَرُدَّ عَلَيْهَا شَيْئًا، فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ: أَنَا بَرِيءٌ مِمَّا بَرِئَ مِنْهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، «فَإِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَرِئَ مِنَ الصَّالِقَةِ، وَالْحَالِقَةِ، وَالشَّاقَّةِ»
Abu Musa pernah menderita sakit parah hingga ia pingsan, saat itu kepalanya berada di pangkuan salah seorang wanita dari kalangan keluarganya. Seorang wanita dari kalangan keluarganya menjerit, tetapi Abu Musa tidak mampu membantahnya. Ketika Abu Musa telah sadar, dia berkata: "Aku berlepas diri terhadap apa yang Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam berlepas diri darinya. Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam berlepas diri dari wanita yang berteriak, wanita yang mencukur rambutnya, dan wanita yang merobek pakaiannya (ketika terjadi musibah kematian)." [HR. Al- Bukhari no. 1296 dan Muslim no. 104]
4. Dipakaikan Pakaian Tembaga Dan Kudis
Abu Malik Al-Asy'ari Radhiyallahu anhu. berkata, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا، تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ، وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ»
"Wanita yang melakukan niyâhah apabila tidak bertaubat sebelum meninggalnya, maka kelak di hari kiamat dia akan dibangkitkan dengan memakai pakaian dari tembaga dan pakaian dari kudis." [HR. Muslim no. 934]
SEBAB LARANGAN NIYAHAH
Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata: "Wanita yang melakukan niyâhah mendapatkan adzab dan laknat karena dia memerintah berkeluh kesah dan melarang kesabaran. Padahal Allâh dan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan bersabar dan mengharap pahala serta melarang keluh kesah dan murka (saat musibah), Allâh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allâh beserta orang-orang yang sabar. 9Al-Baqarah/2: 153)". [Al-Kaba`ir, hal. 185]
Semoga Allâh Subhanahu wa Ta'ala menganugerahkan kepada kita syukur ketika mendapatkan nikmat, dan kesabaran ketika mengalami musibah. Wallahul Musta'an.
Sumber : almanhaj.or.id
SHARE: