Kapsek SDN 007 Bagan Batu Barat Minta Siswa Hindari Tren Freenstyle, Berisiko Sebabkan Cedera Parah
Wiliyam Faisal - Jumat, 15 Mei 2026 13:59 WIB
datanews.id -Kepala Sekolah SDN 007 Bagan Batu Barat, Agus Dian Cristina Br Saragih SPd memberikan imbauan tegas kepada seluruh siswa agar tidak mengikuti serta melakukan Tren Freenstyle yang kini sedang menyebar luas, terutama melalui media sosial. Langkah ini diambil setelah diketahui bahwa kegiatan tersebut memiliki risiko keselamatan yang tinggi dan dapat membahayakan kesehatan fisik pelakunya.
Tren Freenstyle merupakan serangkaian gerakan yang melibatkan penumpuan berat badan tubuh pada bagian kepala dan leher, sering kali dilakukan tanpa teknik yang tepat maupun pengawasan dari pihak yang ahli.
Menurut penjelasan, Kapsek Agus Dian Cristina, struktur tulang dan sistem otot pada anak serta remaja masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, sehingga belum mampu menahan beban berat secara berulang maupun dalam jangka waktu tertentu.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa gerakan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak buruk, mulai dari cedera otot dan sendi, kerusakan saraf, patah tulang, hingga gangguan fungsi tubuh yang bersifat jangka panjang dan sulit untuk dipulihkan.
"Dalam kasus terburuk, tindakan ini bahkan dapat membahayakan nyawa pelakunya," tegasnya.
Selain memberikan peringatan kepada siswa, sekolah juga meminta kerja sama dengan orang tua untuk saling mengawasi dan memberikan pemahaman mengenai bahaya tren tersebut.
"Diharapkan kerja sama antara sekolah dan keluarga dapat membuat siswa lebih memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan tidak tergoda untuk mengikuti hal yang membahayakan hanya karena ingin mengikuti perkembangan yang sedang populer," ajak Agus Dian Cristina.
"Kita juga mengajak seluruh warga sekolah untuk saling mengingatkan dan menyebarkan informasi mengenai bahaya Tren Freenstyle, agar tidak ada lagi siswa yang menjadi korban akibat ketidaktahuan atau keinginan mengikuti tren yang tidak aman," pungkasnya.**
Tren Freenstyle merupakan serangkaian gerakan yang melibatkan penumpuan berat badan tubuh pada bagian kepala dan leher, sering kali dilakukan tanpa teknik yang tepat maupun pengawasan dari pihak yang ahli.
Menurut penjelasan, Kapsek Agus Dian Cristina, struktur tulang dan sistem otot pada anak serta remaja masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, sehingga belum mampu menahan beban berat secara berulang maupun dalam jangka waktu tertentu.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa gerakan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak buruk, mulai dari cedera otot dan sendi, kerusakan saraf, patah tulang, hingga gangguan fungsi tubuh yang bersifat jangka panjang dan sulit untuk dipulihkan.
"Dalam kasus terburuk, tindakan ini bahkan dapat membahayakan nyawa pelakunya," tegasnya.
Selain memberikan peringatan kepada siswa, sekolah juga meminta kerja sama dengan orang tua untuk saling mengawasi dan memberikan pemahaman mengenai bahaya tren tersebut.
"Diharapkan kerja sama antara sekolah dan keluarga dapat membuat siswa lebih memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan tidak tergoda untuk mengikuti hal yang membahayakan hanya karena ingin mengikuti perkembangan yang sedang populer," ajak Agus Dian Cristina.
"Kita juga mengajak seluruh warga sekolah untuk saling mengingatkan dan menyebarkan informasi mengenai bahaya Tren Freenstyle, agar tidak ada lagi siswa yang menjadi korban akibat ketidaktahuan atau keinginan mengikuti tren yang tidak aman," pungkasnya.**
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polsek Bagan Sinembah Sosialisasi Green Policing di Balai Jaya
Polsek Bangko Pusako Mengungkap Kasus Narkotika, Amankan 12,2 Gram Sabu
Polres Rohil Kebut Pembangunan Jembatan Merah Putih, Capai 85 Persen
Ciptakan Lingkungan Bersih dari Narkoba, AKP Gian: Peran Aktif Masyarakat Dibutuhkan, 2 Pria Asik Nyabu Ditangkap
Ketua DPC F-SPTI KSPSI Rohil Hadiri Donor Darah Hingga Bakti Sosial di Polres Rokan Hilir
Peringati May Day, Ratusan Buruh Ikut Donor Darah hingga Syukuran di Polres Rohil
Komentar