5 Amalanya yang Pahalanya Setara Ibadah Haji
Tidak mengherankan bila kita sering mendengar seseorang telah AllahTa'alapanggil dan Allah wafatkan terlebih dahulu, sedangkan ia belum sempat melaksanakan haji yang didambakannya. Selain faktor masa tunggu yang lama, kondisi badan yang tak lagi prima, dan keterbatasan harta, juga menjadi penghalang seseorang sehingga ia belum dimampukan untuk melaksanakannya.
Oleh karena itu, AllahTa'aladengan hikmah-Nya telah mensyariatkan beberapa amal ibadah yang jika dilakukan oleh seorang hamba, maka pahalanya dapat menyamai pahala haji ataupun umrah. Amalan-amalan yang perlu untuk kita ketahui, lalu kita amalkan. Sehingga bisa menjadi tabungan amal kita di akhirat nanti.
Perlu kita garis bawahi, maksud dari amalan-amalan yang setara dengan ibadah haji ini adalah setara dalam hal pahala dan balasan, bukan pada pengesahan, pencukupan, dan pengguguran kewajiban sebuah ibadah. Kewajiban haji tidak akan gugur dari seseorang yang telah mampu serta tidak memiliki penghalang, meskipun ia telah melakukan amalan-amalan yang pahalanya setara dengan ibadah haji ini.
Saat seseorang benar-benar sudah tidak mampu melaksanakan ibadah haji karena adanya penghalang, baik itu karena sakit, adanya wabah, ataupun penghalang-penghalang lainnya, maka melakukan amalan-amalan yang pahalanya setara dengan pahala ibadah haji ini lebih ditekankan untuk dilakukan. Lalu, amalan apa saja yang akan memberikan seorang hamba pahala yang setara dengan pahala ibadah haji ini?
Pertama: Niat yang tulus untuk menunaikan ibadah haji
Niat yang tulus memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ibadah seorang hamba. Diriwayatkan dari sahabat Jabirradhiyallahu 'anhu, ia berkata,
كُنَّا مع النَّبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ في غَزَاةٍ، فَقالَ: إنَّ بالمَدِينَةِ لَرِجَالًا ما سِرْتُمْ مَسِيرًا، وَلَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا، إلَّا كَانُوا معكُمْ؛ حَبَسَهُمُ المَرَضُ. وفي رواية: إلَّا شَرِكُوكُمْ في الأجْرِ
"Kami berada bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu peperangan. Kemudian beliau bersabda, 'Sesungguhnya di Madinah itu ada beberapa orang lelaki yang kalian tidaklah menempuh suatu perjalanan dan tidak pula menyeberangi suatu lembah, melainkan orang-orang tadi ada besertamu (yakni sama-sama memperoleh pahala). Mereka itu terhalang oleh sakit (maksudnya uzur karena sakit, sehingga andaikan tidak sakit pasti ikut berperang).'"
Dalam salah satu riwayat dijelaskan, "Melainkan mereka (yang tertinggal dan tidak ikut berperang) berserikat denganmu dalam hal pahala."(HR. Muslim no. 1911)
An-Nawawirahimahullahmengatakan,"Di dalam hadis ini terdapat keutamaan niat untuk melakukan kebaikan. Dan sesungguhnya bagi siapapun yang berniat ikut berperang ataupun melakukan amal kebaikan lainnya, lalu ia mendapati uzur yang menghalanginya (dari melakukan amal tersebut), maka ia tetap mendapatkan pahala atas apa yang telah ia niatkan."(Syarh Shahih Muslim)
Di hadis yang lain, Nabishallallahu 'alaihi wasallammengatakan hal yang semakna,
من سألَ اللَّهَ الشَّهادةَ صادقًا بلَّغَه اللَّهُ منازلَ الشُّهداءِ وإن ماتَ علَى فراشِه
"Barangsiapa memohon dengan jujur kepada Allah agar mati syahid, maka Allah akan sampaikan ia kepada kedudukan para syuhada walaupun ia mati di atas ranjangnya."(HR. Abu Dawud no. 1520)
Sungguh AllahTa'alatidak akan membiarkan niat tulus yang datang dari seorang dalam hal ibadah dan amal. AllahTa'alamenilai seseorang berdasarkan apa yang ada di hatinya dan apa yang diniatkannya.
Kedua: Menjaga salat lima waktu secara berjemaah di masjid
Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallambersabda,
مَنخرَجَمِنبيتِهمتطهِّرًاإلىصلاةٍمكتوبةٍ،فأجْرُهكأجرِالحاجِّالمُحرِمِ،ومَنخرَجَإلىتسبيحِالضُّحىلايُنصِبُهإلَّاإيَّاهُ،فأجْرُهكأجرِالمُعتمِرِ،وصلاةٌعلىأثَرِصلاةٍلالَغْوَبينَهماكتابٌفيعِلِّيِّينَ
"Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk salat wajib berjemaah, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan sedang berihram. Dan siapa saja yang keluar untuk salat sunah Duha yang dia tidak melakukannya kecuali karena itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Dan (yang melakukan) salat setelah salat lainnya, tidak melakukan perkara sia-sia antara keduanya, maka pahalanya ditulis di 'illiyyin (kitab catatan amal orang-orang saleh)."(HR. Abu Daud no. 558)
Ketiga: Umrah di bulan Ramadan
Ketika Nabishallallahu 'alaihi wasallambaru saja kembali dari hajinya, beliau bertanya kepada Ummu Sinan Al-Anshariyyahradhiyallahu 'anha,
ما مَنَعَكِ مِنَ الحَجِّ؟
"Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji?"
Perempuan tersebut menjawab,
أبو فُلَانٍ -تَعْنِي زَوْجَهَا- كانَ له نَاضِحَانِ، حَجَّ علَى أحَدِهِمَا، والآخَرُ يَسْقِي أرْضًا لَنَا
"Bapak si fulan, yang ia maksud suaminya, memiliki dua ekor unta yang salah satunya sering digunakan untuk menunaikan haji, sedangkan unta yang satunya lagi digunakan untuk mencari air minum buat kami."
Nabishallallahu 'alaihi wasallampun bersabda,
فإنَّ عُمْرَةً في رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً -أوْ حَجَّةً مَعِي-.
"Umrah pada bulan Ramadan sebanding dengan haji atau haji bersamaku."(HR. Bukhari no. 1863 dan Muslim no. 1256)
Keempat: Zikir setelah salat
Abu Hurairahradhiyallahu 'anhumengisahkan,
جاءَ الفُقَراءُ إلى النبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، فقالوا: ذَهَبَ أهْلُ الدُّثُورِمِنَالأمْوالِ بالدَّرَجاتِ العُلا، والنَّعِيمِ المُقِيمِ يُصَلُّونَ كما نُصَلِّي، ويَصُومُونَ كما نَصُومُ،ولَهُمْفَضْلٌمِنأمْوالٍيَحُجُّونَبها،ويَعْتَمِرُونَ،ويُجاهِدُونَ،ويَتَصَدَّقُونَ، قالَ: ألا أُحَدِّثُكُمْ إنْ أخَذْتُمْ أدْرَكْتُمْمَنسَبَقَكُمْ ولَمْ يُدْرِكْكُمْ أحَدٌ بَعْدَكُمْ، وكُنْتُمْ خَيْرَمَنأنتُمْ بيْنَ ظَهْرانَيْهِ إلَّامَنعَمِلَ مِثْلَهُ تُسَبِّحُونَ وتَحْمَدُونَ وتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلاةٍ ثَلاثًا وثَلاثِينَ، فاخْتَلَفْنا بيْنَنا، فقالَ بَعْضُنا: نُسَبِّحُ ثَلاثًا وثَلاثِينَ، ونَحْمَدُ ثَلاثًا وثَلاثِينَ، ونُكَبِّرُ أرْبَعًا وثَلاثِينَ، فَرَجَعْتُ إلَيْهِ، فقالَ: تَقُولُ: سُبْحانَ اللَّهِ، والحَمْدُ لِلَّهِ، واللَّهُ أكْبَرُ، حتَّى يَكونَ منهنَّ كُلِّهِنَّ ثَلاثًا وثَلاثِينَ.
"Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka berkata, 'Orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggidan nikmat yang tiada hingga. Mereka (orang-orang kaya) salat sebagaimana kami salat, puasa sebagaimana kami puasa. Namun, mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad, serta bersedekah.' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lantas bersabda, 'Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya menjadi terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir salat sebanyak tiga puluh tiga kali.'
(Abu Hurairah mengatakan), "Kami pun berselisih. Sebagian kami bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh empat kali. Aku pun kembali padanya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Ucapkanlah subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar, sampai tiga puluh tiga kali.'"(HR. Bukhari no. 843)
Kelima: Menghadiri majelis ilmu dan mengajarkannya
Nabishallallahu 'alaihi wasallambersabda,
مَنغداإلىالمسجدِلايُرِيدُإلَّاأنيتعلَّمَخيرًاأويُعلِّمَهكانلهكأجرِحاجٍّتامًّاحجَّتُه
"Barangsiapa berangkat ke masjid, tidak ada yang ia inginkan kecuali untuk mempelajari satu kebaikan atau mengetahui ilmunya, maka ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna."(HR. Thabrani 8: 111 dan dihukumi hasan sahih olehSyekh Albanidalam kitabnyaShahih At-Targib)
Semoga AllahTa'alamenuliskan kita sebagai salah satu hamba-Nya yang diberi kesempatan untuk berhaji dan mengunjungi rumah-Nya yang penuh dengan kemuliaan, menakdirkan kita untuk menjadi salah satu manusia yang bisa merasakan nikmatnya wukuf di padang Arafah, berjalan-jalan di antara tenda-tendaMina, dan merasakan langsung atmosfer Makkah yang penuh kerinduan.
Sumber: Muslim.or.id
575 Jamaah Calon Haji Pidie, Kemenhaj Gelar Manasik
Telat Datang Jumatan Tidak Dapat Pahala? Begini Penjelasannya
Haji Uma Puji Cara Kapolda Aceh Kendalikan Situasi saat Demo
Bupati Pidie Jaya Jemput Para Tamu Allah di Bandara SIM
Jamaah Haji Warga Ateuk Deah Tanoh Banda Aceh Wafat di Tanah Suci