Agar Tidak Terjerat Riba
Oleh : Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan
Rio Agusri - Selasa, 30 Januari 2024 21:31 WIB
Ilustrasi (foto int)
datanews.id -Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya.
Ranjau riba ada di mana-mana. Ia ada di berbagai sendi kehidupan manusia. Sistem muamalah riba telah memasuki bidang pertanian, perikanan, perkebunan, lebih-lebih lagi perdagangan. Bahkan, di zaman sekarang ini, sebagian ibadah pun tidak selamat dari riba, seperti pendaftaran calon jamaah haji dengan sistem pinjaman bank (dana talangan) untuk setoran awal, tabungan haji di bank riba, dan sebagainya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Dengan berbagai cara mereka menawarkan produk-produk riba yang menggiurkan bagi yang diperbudak oleh dunia melalui berbagai media. Bahkan, sering kita jumpai para pemburu mangsa itu datang ke rumah-rumah menawarkan produk mereka disertai bujukan dan rayuan. Misalnya, kredit murah dapat hadiah, pinjaman bunga ringan tanpa jaminan, kartu kredit yang praktis dan aman untuk melakukan berbagai transaksi, dan sebagainya. Para pembaca yang budiman, barakallah u fikum.
Allah Shubhanahu wa ta'alla adalah Dzat yang menciptakan kita. Dialah yang paling mengetahui kemaslahatan kehidupan para hamba -Nya. Oleh karena itu, -Dia mengharamkan riba dengan berbagai ragam dan penamaannya di dalam firman-Nya,
قال الله تعالى: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُواْ ٱلرِّبَوٰٓاْ أَضۡعَٰفٗا مُّضَٰعَفَةٗۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ١٣٠ وَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِيٓ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ ١٣١ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ [ آل عمران: 130- 132]
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat." [al-'Imran/3: 130-132]
Allah Shubhanahu wa ta'alla juga mengabarkan kepada para hamba -Nya bahwa orang yang memakan hasil riba pada hari kiamat akan dibangkitkan dari kubur mereka layaknya orang yang kerasukan jin, sebagaimana firman -Nya,
قال الله تعالى: ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰاْۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمۡرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِۖ وَمَنۡ عَادَ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ [البقرة: 275]
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah karena mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah . Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal didalamnya." [al-Baqarah/2: 275].
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pinjol Kini Resmi Ganti Nama Menjadi Pindar, Ini Penyebabnya..
Bahaya Maksiat Ketika Bersendirian
Kiat Meraih Kenikmatan Beribadah
Homoseks, Dosa Lebih Besar Dari Zina
Deposito Syariah: Investasi Aman Tanpa Risiko Riba, Cocok Buat Gen Z
Perut Kenyang Dosapun Berguguran
Komentar
Berita Terbaru
IHSG Makin Ambruk, Sudah Jeblok 4,35%
Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Kondisi Pasar Saham RI Terkini
Jembatan Bailey Bener Pepanyi Rampung, Akses Lintas KKA – Bener Meriah Normal
Permahi Aceh Nilai Pernyataan Ketua DPRA Tak Sejalan dengan Visi–Misi Pemerintahan Mualem
Dinsos Aceh Tangani Anak Terlantar Larut Malam
Presiden Prabowo Akan Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026
Datin Penghulu Yusni Wilya Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan