Antara Tauhid, Syirik dan Bahayanya

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Rio Agusri - Minggu, 03 Maret 2024 05:00 WIB
Antara Tauhid, Syirik  dan Bahayanya
Ilustrasi (foto int)
datanews.id -Syarat-Syarat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Syarat Pertama: اَلْعِلْمُ (Al-'Ilmu/ Mengetahui)
Yaitu mengetahui arti dari kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (laa ilaaha illallaah).

Allah Azza wa Jalla berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

"Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah…" [Muhammad/47: 19]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

إِلَّا مَن شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

"Melainkan mereka yang mengakui kebenaran, sedang mereka orang-orang yang mengetahui." [Az-Zukh-ruf/43: 86]

Yang dimaksud dengan "mengakui kebenaran" adalah kebenaran kalimat laa ilaaha illallaah. Sedangkan maksud dari "sedang mereka orang-orang yang mengerti" adalah mengerti dengan hati mereka tentang apa yang diucapkan dengan lisan.

Dalam hadits yang shahih dari Shahabat 'Utsman Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ.

"Barangsiapa yang meninggal dunia dan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, maka ia masuk Surga."[1]

Syarat Kedua: اَلْيَقِيْنُ (Al-Yaqiin/Meyakini)
Yaitu yakin serta benar-benar memahami kalimat laa ilaaha illallaah tanpa ada keraguan dan kebimbangan sedikit pun.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya, mereka itulah orang-orang yang benar." [Al-Hujuraat/49: 15]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

…أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ لاَ يَلْقَى اللهَ بِهِمَا عَبْدٌ، غَيْرَ شَاكٍّ فِيْهِمَا، إِلاَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ.

"… Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwasanya aku (Muhammad j) adalah utusan Allah, tidaklah seorang hamba menjumpai Allah (dalam keadaan) tidak ragu-ragu terhadap kedua (syahadat)nya itu, melainkan ia masuk Surga."[2]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

…اذْهَبْ بِنَعْلَيَّ هَاتَيْنِ، فَمَنْ لَقِيْتَ مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْحَائِطِ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُسْتَيْقِنًا بِهَا قَلْبُهُ فَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ…

"… Pergilah dengan sandalku ini, maka siapa saja yang engkau temui di belakang kebun ini yang ia bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, dengan hati yang meyakininya, maka berikanlah kabar gembira kepadanya dengan masuk Surga."[3]

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru