Indonesiaku Sayang

Oleh : Rio Agusri Abu Hanifah
Rio Agusri - Rabu, 14 Februari 2024 04:56 WIB
Indonesiaku Sayang
Ilustrasi (foto int)
datanews.id -Hari ini, Rabu 14 Februari 2024 adalah hari dimana seluruh rakyat Indonesia akan memberikan hak suaranya di seluruh TPS yang ada di tempat mereka masing-masing.

Hari ini mereka akan menentukan 1 dari 3 paslon Capres dan Cawapres yang menentukan nasib Indonesia lima tahun ke depan.
Yang terbaik adalah apa yang terbaik menurut Allah azza wa jalla. Karena sesungguhnya pemimpin adalah gambaran rakyat. Karena tidaklah yang akan memimpin gerombolan singa kecuali seekor singa. Dan tidaklah yang akan memimpin gerombolan tikus kecuali seekor tikus pula.

Ibnu Qayyim Al Jauziyahrahimahullahmengatakan,

وتأمل حكمته تعالى في ان جعل ملوك العباد وأمراءهم وولاتهم من جنس اعمالهم بل كأن أعمالهم ظهرت في صور ولاتهم وملوكهم فإن ساتقاموا استقامت ملوكهم وإن عدلوا عدلت عليهم وإن جاروا جارت ملوكهم وولاتهم وإن ظهر فيهم المكر والخديعة فولاتهم كذلك وإن منعوا حقوق الله لديهم وبخلوا بها منعت ملوكهم وولاتهم ما لهم عندهم من الحق ونحلوا بها عليهم وإن اخذوا ممن يستضعفونه مالا يستحقونه في معاملتهم اخذت منهم الملوك مالا يستحقونه وضربت عليهم المكوس والوظائف وكلما يستخرجونه من الضعيف يستخرجه الملوك منهم بالقوة فعمالهم ظهرت في صور اعمالهم وليس في الحكمة الالهية ان يولى على الاشرار الفجار الا من يكون من جنسهم ولما كان الصدر


"Sesungguhnya di antara hikmah AllahTa'aladalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan.

Maka janganlah kita berharap suatu kebaikan sebelum kita memulai dari diri kita sendiri, keluarga, masyarakat dan seterusnya.

AllahTa'ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ


"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (QS. Ar Ra'du [13] : 11)

Yang patut kita lakukan saat ini adalah berdo'a kepada Allah agar diberikan kepada kita semua peminpin yang takut kepada Allah dan sayang kepada kita. Siapapun nantinya yang akan menjadi pemimpin di negara kita tercinta ini, maka itulah yang terbaik untuk kita semua. Maka do'akanlah pemimpin kita dengan do'a yang terbaik,

Dari 'Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin 'Iyadh berkata,

لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام


"Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku."

Ada yang bertanya pada Fudhail, "Kenapa bisa begitu?" Ia menjawab, "Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik." (Hilyatul Auliya' karya Abu Nu'aim Al Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya' At Turots Al 'Iroqiy)

Apapun hasil pemilu kelak, kita wajib untuk ta'at kepada pemimpin kita,

الْمَصْلَحَةِ الْخَاصَّةِ


"Kemaslahatan umum lebih didahulukan daripada kemaslahatan pribadi." (Al-Muwafaqot 6: 123 karya Asy Syathibi)

Nabishallallahu 'alaihi wa sallamjuga memerintahkan,

عَلىَ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أَمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ


"Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) dalam perkara yang ia senangi dan ia benci kecuali apabila diperintah kemaksiatan. Apabila diperintah kemaksiatan maka tidak perlu mendengar dan taat." (HR. Bukhari no. 7144 dan Muslim no. 1839)

Dari 'Auf bin Malikradhiyallahu 'anhu, Nabishallallahu 'alaihi wa sallambersabda,

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ


"Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo'akan kalian dan kalian pun mendo'akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian." Kemudian ada yang berkata, "Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya." (HR. Muslim no. 1855)


Semoga Allah memberikan kepada kita pemimpin yang terbaik yang dapat membimbing rakyatnya kepada keta'atan kepada Allah azza wa jalla.



SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru