Inilah Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an

Rio Agusri - Selasa, 06 Februari 2024 05:54 WIB
Inilah Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an

Di antara para sahabat yang masyhur selalu bersama al-Qur`an adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu, sehingga diriwayatkan bahwa beliau pernah berkata: 'Jikalau hati kamu bersih niscaya kamu tidak pernah kenyang dari Kalamullah."

Di antaranya lagi adalah Abdullah bin Amar bin Ash Radhiyallahu anhu, seperti yang diriwayatkan dalam shahih tentang dialognya bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, hingga akhirnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memintanya agar membaca dan mengkhatamkan al-Qur`an dalam tujuh hari.'[1]

Para salaf rahimahullah merasakan ketenangan dan kenikmatan saat membaca al-Qur`an, karena ia adalah Kalamullah yang tidak pernah bosan membacanya dan tidak pernah jemu mendengarnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala menghilangkan rasa jemu dan bosan dari pembaca dan pendengarnya dengan keikhlasan dan kebenaran iman, untuk memudahkan membaca dan mendengarnya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran . [al-Qamar/54:17]

Inilah rahasia perkataan Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu: 'Jikalau hati kamu bersih niscaya kamu tidak pernah kenyang dari Kalamullah." Itulah penyebab mereka selalu membaca al-Qur`an dan menjaga hizib mereka. Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: "Carilah kenikmatan dalam tiga perkara: shalat, al-Qur`an dan doa. Jika kamu mendapatkannya maka pujilah Allah Subhanahu wa Ta'ala atas hal itu, dan jika kamu tidak mendapatkannya maka ketahuilah bahwa pintu kebaikan telah ditutup atasmu."[2]

Para salaf selalu berpegang teguh terhadap sunnah nabawiyah dalam berbagai aspek kehidupan mereka, tanpa terkecuali dalam hal membaca al-Qur`an. Abul 'Aliyah ar-Rayahi berkata: "Kami adalah budak yang dimiliki orang, di antara kami ada yang membayar dharibah, ada pula yang melayani keluarganya. Kami mengkhatamkan al-Qur`an setiap malam, maka hal itu terasa berat bagi kami. Lalu kami mengkhatamkan setiap dua malam, ternyata juga merasa berat. Lalu kami mengkhatamkan setiap tiga malam, lalu kami merasa berat, sehingga kami saling mengeluh satu sama lain. Kami menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau mengajarkan kepada kami agar mengkhatamkan setiap jum'ah, maka kami bisa shalat dan tidur, dan kami tidak merasa berat."[3]

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: "Sepantasnya seseorang menjaga rutinitas dan memperbanyak membaca al-Qur`an. Para salaf mempunyai kebiasaan yang bervariasi dalam mengkhatamkan al-Qur`an. Ibnu Abi Daud meriwayatkan dari sebagian salaf bahwa di antara mereka ada yang mengkhatamkan setiap dua bulan, ada yang setiap bulan, ada yang setiap sepuluh hari. Dan dari sebagian mereka ada yang mengkhatamkan setiap delapan hari, dan dari kebanyakan mereka adalah mengkhatamkan al-Qur`an setiap tujuh malam. Dan dari sebagian mereka ada yang mengkhatamkan setiap tiga hari. Dan yang terbaik bahwa hal itu berbeda menurut tugas dan kewajiban seseorang. Apabila dengan pelan ia bisa memahami makna dan tafsirnya secara baik, maka hendaklah ia membaca menurut kadar yang ia bisa mendapatkan kesempurnaan pemahaman yang dia baca. Demikian pula orang yang sibuk menyebarkan ilmu (mengajar, berdakwah dan sejenisnya) maka hendaklah membatasi diri agar tidak mengurangi tugas utamanya. Dan jika bukan seperti golongan di atas dan tidak punya tugas yang lain, maka hendaklah ia memperbanyak membacanya sebatas kemampuannya yang tidak menyebabkan rasa bosan.[4]

Perhatian Salaf Dalam Menghafal al-Qur`an
Para salaf tidak hanya memberi perhatian terhadap membaca al-Qur`an lewat mushhaf, bahkan mereka berlomba-lomba dalam menghafalnya, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan kemudahan dalam membaca dan menghafalnya bagi siapa pun yang ingin mengharapkan pahala dan berminat menghafalnya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran [al-Qamar/54:17]

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata: 'Kalau bukan karena kemudahan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada manusia niscaya tidak ada seorang pun yang bisa membaca Kalamullah.[5] Dan di antara kemudahannya adalah mudah dibaca dan menghafalnya.

Di antara keutamaan menghafal al-Qur`an adalah hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, ia berkata, 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِى جَوْفِهِ شَيْئٌ مِنَ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخرب

"Sesungguhnya orang yang tidak ada sedikitpun al-Qur`an di dalam rongganya, ia seperti rumah yang runtuh."[6]

Dan Beliau mengutamakan di antara para sahabatnya menurut kadar hafalan al-Qur`an mereka, apabila mengutus pasukan beliau mengangkat imam dalam shalat bagi yang paling banyak hafalannya, mengedepankan di liang lahat bagi yang paling banyak hafalannya. Maka banyak sekali dorongan dan motivasi untuk lebih giat menghafal al-Qur`an. Memang tidak disebutkan secara pasti berapa jumlah sahabat yang hafal al-Qur`an, namun cukup sebagai bukti banyak yang hafal al-Qur`an, bahwa dalam perang Yamamah telah terbunuh tujuh puluh orang sahabat yang hafal al-Qur`an.

Di antara contoh penghafal al-Qur`an dari para sahabat, hadits Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu, ia berkata: 'Aku hafal dari mulut Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lebih dari tujuh puluh surah."

Demikianlah sebagian di antara keutamaan membaca dan menghafal al-Qur'an, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.
_______
Footnote
[1] HR. Al-Bukhari 5052 dan Muslim.
[2] HR. al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman no. 7226
[3] Diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad dalam Thabaqat 7/113 dan lihat: Siyar A'lam Nubala 4/209.
[4] At-Tibyan 46
[5] Lihat: ad-Durrul Mantsur 7/676.
[6] HR. at-Tirmidzi 2910

Sumber : almanhaj.or.id

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru