Kisah Tukang Sihir, Pemuda dan Rahib
Kemudian raja memerintahkan pasukannya supaya membawa pemuda itu dan berkata kepada mereka: "Pergilah kalian ke gunung itu dan bawahlah pemuda ini naik ke gunung, jika kalian telah sampai di puncak, tawarkan kepadanya jika ia mau kembali dari keagamanya, maka bawahlah kemari, jika tidak maka lemparkanlah ia dari puncak gunung itu". Kemudian mereka pergi membawa pemuda tersebut. Lalu naik ke puncak gunung seperti yang di perintahkan.Pemuda itu lalu berdo'a: "Ya Allah, cukupkanlah saya dari mereka, sesuai kehendak-Mu". Tiba-tiba gunung tersebut bergoncang kencang, sehingga mereka pada berjatuhan. Pemuda tersebut pun selamat, lalu kembali ketempat sang raja.
Sang raja keheranan lalu bertanya kepadanya: "Apa yang telah di lakukan teman-temanmu? Pemuda itu menjawab:"Allah Ta'ala telah mencukupkan saya dari keburukan mereka".Lantas raja pasukannya:"Bawalah pemuda ini, naikan ke dalam perahu, dan bawalah ketengah laut, bila ia mau kembali ke agamanya, bawa kemari, jika tidak maka lemparkan dia ke dalam laut". Lalu mereka membawanya pergi. Tatkala sampai di tengah laut,pemuda tersebut berdo'a:"Ya Allah, cukupkan saya dari keburukan mereka, sesuai kehendak -Mu". Kemudia perahu tersebut terbalik sehingga mereka semua tenggelam dan pemuda tersebut selamat. Kemudia ia datang kepada sang raja.
Sang raja lalu bertanya geram: "Apa yang telah di lakukan oleh teman-temanmu ? pemuda itu menjawab:"Allah Ta'ala telah menyelamatkan saya dari mereka".Kemudian ia berkata kepadanya:"Sesungguhnya engkau tidak akan mampu membunuhku, kecuali jika dirimu mau menuruti apa yang aku perintahkan padamu".Sang raja menjawab:"Apa itu? Ia menjawab: "Kumpulkan semua orang di tanah lapang, lalu saliblah saya di atas pohon kurma, kemudian ambillah anak panah dari busurku, lalu letakan di tengah-tengah busur,kemudian sebelum engkau melepasnya ucapkan:"Dengan nama Allah, Rabbul Ghulam(Rabbnya anak muda)". Lalu lepaskan anak panahnya padaku, maka kalau kamu menuruti saranku, kamu pasti mampu membunuhku".
Akhirnya ia menuruti perintahnya, semua orang di kumpulkan di tempat lapang, sedangkan pemuda tersebut di Salib di tengah-tengah pohon kurma, lalu sang raja mengambil anak panah dari busurnya, lantas meletakan di tengah-tengah untuk segera di tarik,sambil mengucapkan:"Dengan nama Allah, Rabbnya Ghulam(pemuda)". Kemudian sang raja melepaskan anak panahnya, tepat mengenai pelipis pemuda tersebut, lalu pemuda itu meletakkan tangannya di pelipis tadi, setelah itu ia pun meninggal.
Maka orang-orang saling serempak mengatakan:"Kami beriman kepada Allah Rabbnya Ghulam". Kejadian itu akhirnya disampaikan kepada sang raja,lalu di katakan kepadanya:"Engkau telah mendapati apa engkau kekhawatiran, sungguh demi Allah Shubhanahu wa ta'alla, telah sampai waktunya apa yang engkau takuti, manusia telah beriman kepada Allah Ta'ala".
Sang raja murka besar, lalu menyuruh pasukannya untuk membuat tungku besar, bawahnya lebar namun mulutnya menyempit, setelah itu tungku tersebut di bakar dengan api yang menyala-nyala.Sang raja menitahkan:"Barangsiapa yang tidak mau kembali ke agamanya maka akan saya masukan ke dalam tungku api ini".Atau di katakan kepadanya:"Masukkan mereka satu persatu".
Maka mereka semua orang di masukan kedalam tungku tersebut, sampai pada giliran seorang perempuan yang mengendong anaknya, namun sang ibu itu merasa ragu lalu berhenti sejenak,sedangkan anaknya berkata padanya:"Duhai ibuku, sabarlah, sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran".
Hadits shahih di riwayatkan oleh Imam Muslim.
Sumber: almanhaj.or.id