Penaklukan Konstantinopel
Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِـي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ؟ قَالُوا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ، فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا، فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلاَحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ، قَالُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا -قَالَ ثَوْرٌ( أَحَدَ رُوَاةِ الْحَدِيْثِ) لاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ قَالَ:- الَّذِي فِي الْبَحْرِ، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا اْلآخَرُ، ثُمَّ يَقُولُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيُفَرَّجُ لَهُمْ، فَيَدْخُلُوهَا، فَيَغْنَمُوا، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ، إِذْ جَاءَ هُمُ الصَّرِيخُ، فَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ، فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ.
"Pernahkah kalian mendengar satu kota yang satu sisinya ada di daratan sementara satu sisi (lain) ada di lautan?" Mereka menjawab, "Kami pernah pernah mendengarnya, wahai Rasulullah!" Beliau berkata, "Tidak akan tiba hari Kiamat sehingga 70.000 dari keturunan Nabi Ishaq menyerang-nya (kota tersebut), ketika mereka (bani Ishaq) mendatanginya, maka mereka turun. Mereka tidak berperang dengan senjata, tidak pula me-lemparkan satu panah pun, mereka mengucapkan, 'Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,' maka salah satu sisinya jatuh (ke tangan kaum muslimin) -Tsaur[2] (salah seorang perawi hadits) berkata, "Aku tidak mengetahuinya kecuali beliau berkata, 'Yang ada di lautan.'" Kemudian mereka meng-ucapkan untuk kedua kalinya, 'Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,' akhirnya salah satu sisi lainnya jatuh (ke tangan kaum muslimin). Lalu mereka mengucapkan untuk ketiga kalinya: 'Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,' lalu diberikan kelapangan kepada mereka. Mereka masuk ke dalamnya dan mendapatkan harta rampasan perang, ketika mereka se-dang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba saja datang orang yang berteriak meminta tolong, dia berkata, "Sesungguhnya Dajjal telah keluar,' lalu mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.'"[3]
Ada sesuatu yang musykil dalam ungkapan hadits ini:
…يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ.
"… Sehingga 70.000 dari bani Ishaq menyerangnya…"
Sementara bangsa Romawi adalah keturunan Ishaq, karena mereka dari keturunan al-Shis bin Ishaq bin Ibrahim al-Khalil Alaihissallam.[4] Maka bagaimana bisa penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh mereka?!
Al-Qadhi 'Iyadh berkata, "Demikianlah semua ungkapan yang ada dalam Shahiih Muslim: 'Dari bani Ishaq.'"
Kemudian beliau berkata, "Sebagian dari mereka berkata, 'Yang terkenal lagi terjaga ungkapannya adalah dari bani Isma'il," inilah makna yang ditunjuk-kan oleh hadits, karena yang dimaksud sebenarnya adalah orang-orang Arab."[5]
Sementara itu al-Hafizh Ibnu Katsir berpendapat sesungguhnya hadits ini menunjukkan bahwa bangsa Romawi memeluk Islam di akhir zaman. Barangkali penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh sebagian dari mereka, sebagaimana diungkapkan oleh hadits terdahulu, 'Sesungguhnya 70.000 orang dari bani Ishaq memeranginya.'"
Pendapat ini diperkuat dengan kenyataan bahwa mereka dipuji di dalam hadits al-Mustaurid al-Qurasy, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Israel Invasi Suriah Saat Rezim Assad Runtuh, Memicu Kemurkaan Negara Arab
Ketika Ilmu Diangkat
Benarkah Kiamat Sudah Dekat ?
Siapa Orang yang Bangkrut ?
Kedzholiman Sebab Kebangkrutan di Hari Kiamat