Jihad Menundukkan Hawa Nafsu
AllahTa'alatelah membentuk dua potensi jiwa pada diri manusia, yaitunafsun ammaratun bis-suu(jiwa yang selalu memerintahkan untuk melakukan keburukan) dannafsun muthmainnah(jiwa yang damai dan tenang). Keduanya saling berkebalikan dan bertolak belakang. Hal yang paling berat bagi seseorang yang memilikinafsun ammaratun bis-suuadalah melakukan ibadah, ketaatan, dan berbagai aktivitas yang diridai oleh AllahTa'ala. Sedangkan sebaliknya, perkara terberat bagi seseorang yang memilikinafsun muthmainnahadalah melakukan maksiat dan dosa.
Kedua jenis jiwa (nafsu) ini disebutkan dalam firman AllahTa'alaketika menceritakan perihal istri al-Aziz, pembesar Mesir,
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan),karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabb-ku.Sesungguhnya Rabb-ku Maha pengampun lagi Maha penyayang." (QS. Yusuf: 53)
Makna ayat di atas adalah hawa nafsu itu senantiasa memerintahkan pemiliknya untuk mengerjakan segala keburukan. Inilah karakter dan tabiat dasar dari hawa nafsu, kecuali orang-orang yang diberi taufik dan pertolongan AllahTa'alasehingga ia mampu berlari menyelamatkan diri dari dorongan nafsu tersebut. Itulah mengapa lanjutan ayat tersebut adalah,"kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabb-ku."Artinya, seseorang bisa selamat dari keburukan nafsunya itu semata-mata berkat rahmat dan karunia dari AllahTa'ala. AllahTa'alamenegaskan hal ini dalam firman-Nya,
وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui." (QS. An-Nur: 21)
Nabishallallahu 'alaihi wasallamjuga pernah memberikan edukasi kepada para sahabat dalam khutbah hajat yang disampaikan beliau. Beliaushallallahu 'alaihi wasallammembimbing mereka agar mengucapkan doa,
الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
"Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, memohon pengampunan-Nya, dan meminta perlindungan kepada-Nya dari keburukan jiwa kami dan dari kejelekan perbuatan kami." (HR. Abu Dawud no. 2118,Tirmidzino. 1105, An-Nasa'i no. 1404, dan Ibnu Majah no. 1892, dinilai sahih oleh Al-Albani)
Pada hadis di atas, Nabishallallahu 'alaihi wasallammenyebutkan terlebih dahulu keburukan jiwa, sebelum menyebutkan kejelekan perbuatan. Hal ini menunjukkan bahwa kejelekan perbuatan (tindakan) itu berasal dari keburukan jiwa. Apabila jiwanya buruk, ia akan mengajak pemiliknya untuk melakukan perkataan dan perbuatan yang jelek. Ia tidak akan selamat, kecuali apabila AllahTa'alamenyelamatkan dirinya dari belenggu hawa nafsu tersebut.
Aksi Curanmor di Pidie, Tiga Pelaku Diciduk Polisi
Dirreskrimum Polda Aceh Laksanakan Asistensi dan Supervisi KUHP–KUHAP Terbaru di Polres Pidie
Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Pidie Lantik Dr Ismed Jabat Sekdis Pendidikan
Bupati Pidie Lantik Sejumlah Pejabat Struktural
Peringatan Hari Kartini 2026 di Sabang Angkat Semangat Emansipasi Berbasis Kearifan Lokal
Semangat RA Kartini Bergema Di Sabang: Perempuan Berkarya, Daerah Maju
Kapolres Pidie Pimpin Langsung Kegiatan Kesamaptaan Personel