Pemimpin Adalah Gambaran Rakyat
Sebagai tambahan, saya sebutkan dalil-dalil lain dibawah ini :
Diriwayatkan oleh Abu as-syeikh dari Manshûr bin Abi al-Aswad, ia berkata, "Aku bertanya kepada al-A'masy tentang firman Allâh Azza wa Jalla :
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zhalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan[Al-An'âm/6:129]
Apa yang kau dengar dari perkataan mereka tentang ayat ini? Ia menjawab, "Aku mendengar mereka berkata, 'Jika manusia sudah rusak maka mereka akan dipimpin oleh orang-orang jahat mereka"[5]
Thurthusyi berkata[6], "Aku masih mendengar orang-orang senantiasa menyuarakan, "Amal perbuatan kalian adalahpemimpin kalian"juga "Sebagaimanakalian begitulah pemimpin kalian"sampai akhirnya saya menemukan ayat yang senada dengan dua perkataan ini, yaitu firman Allâh Azza wa Jalla
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan"[al-An'âm/6:129]
Orang dahulu juga mengatakan, "Kerusakan atau keburukan yang engkau ingkari pada zamanmu, itu sesungguhnya akibat dari tindakan dan perbuatanmu sendiri." Abdul Mâlik bin Marwan rahimahullah juga pernah berkata, 'Wahai rakyatku! Sungguh kalian tidak berlaku adil pada kami. Kalian menuntut kami berlaku seperti Abu Bakr dan Umar bin Khatthab Radhiyallahu anhuma akan tetapi kalian tidak berlaku seperti keduanya. Kami memohon kepada Allâh agar setiap individu saling membantu.'
Qatâdah rahimahullah berkata, "Dahulu Bani Israil pernah mengatakan, 'Wahai Tuhan kami! Engkau di langit sementara kami di bumi, lalu bagaimana kami dapat mengetahui ridha dan murka-Mu?' Lalu Allâh Azza wa Jalla mengilhamkan kepada sebagian para Nabi-Nya"Kalau Aku angkat orang-orang baik sebagai pemimpin kalian, berarti Aku ridha kepada kalian. Kalau Aku angkat orang-orang jahat sebagai pemimpin kalian, berarti Aku murka kepada kalian.'
'Abidatu as-Salmaini berkata kepada Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu, "Wahai Amirul Mukminin! Apakah gerangan Abu Bakr dan Umar Radhiyallahu anhuma, kenapa semua rakyat tunduk dan patuh kepada keduanya? Wilayah kekuasaan yang semula lebih sempit dari satu jengkal lalu meluas dalam kekuasaan mereka? Lalu saat engkau dan Utsman menggantikannya posisi keduanya, rakyat tidak lagi tunduk dan patuh terhadap kalian berdua, sehingga kekuasaan yang luas ini menjadi sempit buat kalian? Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu menjawab, "Karena rakyat mereka berdua adalah orang-orang yang seperti aku dan Utsman, sementara rakyatku sekarang adalah kamu dan orang-orang yang sepertimu."
Seorang laki-laki menulis sepucuk surat kepada Muhammad bin Yû Ia mengadukan perihal kekejaman para pemimpinnya. Muhammab bin Yusuf membalas surat itu dengan mengatakan, "Suratmu telah saya terima, dimana kau menceritakan tentang keadaan kalian saat ini, padahal tidak sepantasnya pelaku maksiat mengingkari akibat perbuatannya. Menurut hemat saya, keadaan kalian seperti ini tidak lain karena disebabkan oleh dosa-dosa kalian, wassalam.'
Muhammad Haqqi saat menafsirkan makna firman Allâh di bawah ini :
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُۖبِيَدِكَ الْخَيْرُۖإِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Katakanlah, "Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".[Ali 'Imrân/3:26]
Kandungan ayat ini adalah "Jika kalian adalah orang-orang yang taat dan patuh niscaya Allâh Azza wa Jalla akan menjadikan orang yang penuh kasih sayang sebagai pemimpin kalian. Namun jika kalian pelaku kemaksiatan, niscaya Allâh akan menjadi orang jahat sebagai penguasa kalian."
Yang semakna dengan ini adalah firman Allâh Azza wa Jalla :
وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allâh) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.[al-Isrâ/17: 16]
Allâh memberitahukan dalam ayat ini bahwa Dia memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang melampaui batas dalam kefasikan mereka untuk rakyat yang layak mendapatkan kehancuran. Dan tidak diragukan lagi bahwa mereka yang berhak mendapatkan kehancuran dan kebinasaan itu adalah mereka yang zhalim, sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla :
وَتِلْكَ الْقُرَىٰ أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَوْعِدًا
Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka"[Al-Kahfi/18:59]
Dengan pengertian seperti inilah sebagian Ulama salaf memahami ayat di atas. Diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Ka'ab al-Ahbar bahwa ia berkata[7], "Sungguh pada setiap masa pasti ada raja atau pemimpin yang dijadikan oleh Allâh sesuai dengan (keadaan) hati rakyatnya. Jika Allâh Azza wa Jalla menghendaki kebaikan untuk kaum tersebut, niscaya Dia akan mengutus yang melakukan perbaikan. Jika Allâh menghendaki kehancuran atas mereka niscaya Allâh akan mengutusmutrafa, " Kemudian beliau rahimahullah membaca ayat al-Qur'an yang terdapat dalam surat al-Isra' ayat ke-16 di atas.
Sebagian Ulama berdalil dengan hadits riwayat Imam Muslim, no. 1819 dari Jâbir Radhiyallahu anhu, beliau Radhiyallahu anhu berkata, "Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Tidak Datang Suatu Zaman, Kecuali Lebih Buruk Dari Sebelumnya
Benarkah Umar Bin Khattab Pernah Dimarahi Istrinya ?
Wanita Menjadi Pemimpin, Bagaimana Pandangan Islam ?
Do'akan Kebaikan bagi Para Pemimpin
Bagaimana Menyikapi Pemimpin yang Dzalim